Jumat, 23 April 2010

Bahan Khotbah 4

Nas : Matius 11:28-30
28Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.

Tema : TERUS BERHARAP PADA YESUS

Pendahuluan
Bapak-ibu yang terkasih,
Kata-kata Yesus ini ditujukan kepada orang-orang yang lelah dan yang dikalahkan oleh kehidupan ini. Agama mereka sama sekali tidak dapat menolong mereka. Bukannya menolong meringankan beban, agama mereka malah menambah beban. Agama mereka yang penuh upacara dan hukum-hukum bagaikan beban, bukannya sayap. Yesus ingin memberikan sebuah pengharapan di dalam Dia. Pengharaan yang memberikan kelegaan, pengharapan yang memberikan ketenangan, dan pengharapan yang meringankan beban hidup. Untuk itu tema renungan kita pada malam ini adalah TERUS BERHARAP PADA YESUS. Mengapa kita harus terus berharap pada Yesus?
1. Karena di dalam Yesus ada kelegaan
Seperti yang telah saya katakan tadi Kata-kata Yesus ini ditujukan kepada orang-orang yang lelah dan yang dikalahkan oleh kehidupan ini. Yesus mengatakan Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, ajakan atau undangan Yesus ini merupakan suatu ajakan sekaligus jalan keluar bagi orang-orang yang lemah dan letih lesu pada saat itu. Dari kata ini pun kita bisa melihat kelemahlembutan yang ada pada diri Yesus. Untuk mengajak orang datang kepada-Nya, Dia tidak melakukan pemaksaan, Dia tidak berkata kasar misalnya dengan berkata “Hei… manusia kesini kalian!!!”, Dia tidak mengancam atau seperti menawarkan sesuatu dengan berkata “mau gak??? Kalau gak mau kubunuh!!!”. Tidak!! Tetapi Yesus mengajak semua yang letih lesu dan berbeban berat datang kepada-Nya dengan satu kata yang lembut “Marilah”. Dengan ajakan yang bersifat terbuka kepada siapa saja ini, orang-orang mungkin sudah tertarik untuk datang kepada-Nya. Apalagi kata-kata berikutnya Yesus berkata “Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Tentunya siapapun yang lemah pada saat itu, yang dalam pergumulan, yang letih dengan kacaunya kehidupan, yang berbeban berat, setelah mendengar kata itu akan datang karena mereka membutuhkan kelegaan dalam hidup mereka. Dengan kata lain disini Yesus ingin mengatakan bahwa siapapun yang mau hidup di dalam Yesus dan berharap terus pada Dia akan diberi kelegaan atau akan dibebaskan dari pergumulan-pergumulannya. Namun ajakan ini tentunya mempunyai syarat yaitu orang harus PERCAYA sepenuhnya pada Yesus. Kalau datang hanya untuk melegakan pikiran saja, itu bukan percaya. Tetapi setiap orang dituntut untuk percaya sepenuhnya kepada-Nya dan berharap hanya kepada-Nya.
2. Karena di dalam Yesus ada ketenangan dan keringanan
Kuk adalah palang kayu dengan jepitan kayu vertikal yang memisahkan kedua binatang penarik sehingga bersama-sama dapat menarik beban berat. Kuk adalah palang kayu tunggal dengan jerat tali yang diikatkan ke leher binatang penarik. Kayu binatang itu ditempelkan pada batang dan begitulah kereta ditarik. Yesus memakai dua lambing yang besar bagi penyerahan diri Kristen yaitu Salin dan Kuk. Salib merupakan alat kematian; kuk merupakan alat untuk bekerja keras. Salib merupakan lambing kematian; kuk merupakan lambang pelayanan. Salib mengingatkan kita kepada darah; kuk mengingatkan kita kepada keringat. Kalau kita menggabungkan keduanya maka kita akan mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tentang penyerahan diri Kristen itu.
Yesus mengatakan Pikullah kuk yang Kupasang, dengan kata lain berharap pada Yesus bukan berarti hidup kita hanya santai-santai saja dan menantikan berkat turun dari surga. Tidak! Kita harus melayani, kita harus bekerja. Kita harus berusaha menjalankan misi Allah di dunia ini yaitu menghadirkan kerajaan Allah dan membawa orang lain mengenal Kristus. Pelayanan yang diberikan kepada kita pasti berbeda-beda, sesuai dengan talenta yang kita miliki. Tetapi itu harus kita jalankan. Tidak ada alasan untuk mengatakan TIDAK. Dalam menjalankan tugas dan pekerjaan pelayanan, selanjutnya Yesus berkata belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Pelayanan harus dijalnkan dengan lemah lembut dan rendah hati. Ini adalah tantangan yang berat bagi kita. Melayani dengan lemah lembut dan rendah hati berarti mampu memberikan ketenangan kepada orang lain. Itu berarti kita harus membawa orang lain terus berharap kepada Yesus yang adalah sumber ketenangan yang abadi itu. Ketika kita melayani dengan ketenangan orang akan melihat gambaran Yesus dalam diri kita, dan bagaimanapun mereka akan berusaha menjadi seperti Yesus pula. Kemudian ketenangan itu akan mendatangkan keringanan. Beban kita akan terasa ringan ketika sudah hidup bersama Yesus.
APLIKASI:
Bapak-ibu yang terkasih,
Di tengah-tengah banyaknya permasalahan hidup pada saat ini, siapa yang tidak membutuhkan kelegaan? Siapa yang tidak membutuhkan ketenangan dan keringanan dari beban hidup? Semua orang pasti membutuhkannya. Dengan begitu berarti semua orang pada saat ini sangat membutuhkan Yesus yang adalah sumber kelegaan, ketenangan, dan keriinganan itu. Termasuk saya dan bapak-ibu yang hadir pada malam ini. Saya percaya diantara kita pasti ada yang sedang mengalami pergumulan hidup yang mungkin cukup berat untuk dihadapi sendiri. Mulai malam ini, coba datang secara pribadi kepada Yesus. Minta kepada Yesus jalan keluar untuk pergumulan kita. Bapak-ibu yang terkasih, Yesus sudah mengundang dan mengajak kita untuk dating kepada-NYa. Kata “Marilah” itu tidak hanya untuk orang-orang pada zaman Yesus saja, tetapi itu juga masih terus terdengan samapi sekarang untuk kita. Masalahnya sekarang adalah apakah kita sudah mendengar ajakan dan undangan-Nya itu? Apakah kita sudah mau datang dan berharap kepada yesus serta menyerahkan pergumulan hidup kita kepada-Nya? Untuk itu mari belajar datang kepada Yesus, dan ceritakan semua masalah hidup kita. Jadikan Yesus sahabat dalam hidup kita.
Selain itu, kita yang sudah mengaku sebagai orang Kristen, sejauh mana kita sudah menjalankan misi Allah di dunia ini sebagai tugas pelayanan kita. Sejauh mana kepekaan kita melihat saudara-saudara kita yang dalam pergumulan. Pernahkan kita berusha untuk memperkenalkan Yesus yang adalah sumber kelegaan, ketenangan, dan keringanan itu kepada orang yang sedang bergumul. Kita adalah gambaran Kristus, untuk itu kita juga harus terus berusaha menjadi seperti Dia dalam menjalankan pelayanan di dunia ini. Perkenalkan Yesus kepada orang lain. Supaya tidak hanya kita yang merasakan kelegaan, ketenangan, dan keringanan itu, tetapi orang lain juga bias merasakannya bersama dengan Kristus. Berharaplah terus pada Yesus karena Dialah sumber kelegaan, ketenangan, dan keringanan itu. AMIN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar