Jumat, 23 April 2010

Bahan Khotbah 2

Saturday, July 19, 2008
Bahan Khotbah
Buah Roh: Kesabaran dan Kemurahan
Galatia 5:22

Pendahuluan:
Pohon tidak menghasilkan buah secara instan. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menanam apel dan memanen buahnya yang ranum? Banyak orang berpikir bahwa apabila kita berada dalam Roh, dibaptis dalam Roh, maka otomatis buah Roh akan muncul. Yang otomatis terjadi adalah Roh Allah, yang telah memerdekakan orang berdosa, aktif bekerja dalam pikiran, perasaan dan keinginan orang-orang percaya untuk melahirkan pikiran, perasaan dan perbuatan Kristus.
I. Buah Roh adalah hasil dari proses hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Buah Roh tidak tumbuh secara alami dalam perangai manusia kita, namun berasal dari Roh. Roh Allah melahirkan Kristus (sifat-sifat Kristus) di dalam diri orang percaya (Rom 8:29-30).
a. Roh Allah mengerjakan apa yang menjadi bagian-Nya (Roma 8:9,11)
b. Orang percaya mengerjakan apa yang menjadi bagian-Nya. Jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup (Rom 8:14).
II. Buah Roh adalah satu (tunggal) namun terdiri dari kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Kesabaran dan kemurahan adalah bagian dari buah Roh yang tidak terlepas dari kasih, sukacita, damai sejahtera, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri.
Tidak mungkin seseorang bisa menjadi sabar dan murah hati apabila ia tidak memiliki kasih, suka cita, damai sejahtera, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, danpenguasaan diri.
a. Kesabaran adalah kualitas ketahanan (makrothumia) seseorang dalam menghadapi provokasi dengan tidak gegabah untuk membalas atau menghukum. Kualitas ketahanan seseorang yang tidak tergantung pada situasi atau kalah terhadap pencobaan, hal itu berseberangan dengan patah semangat namun berhubungan dengan pengharapan. Kesabaran kita seringkali diuji, kita menjadi patah semangat dan hilang pengharapan apabila seseorang berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama. “Mana mungkin ia bisa berubah, lihat saja… dia melakukannya lagi kan!”
Ilust: Les Miserables, (Saksikan film tersebut pada cuplikan film tersebut di atas)
Victor Hugo menceritakan kisah Jean Valjean yang melakukan kejahatan pencurian roti untuk memberi makan anak-anak dari saudaranya yang kelaparan. Setelah dipenjara selama 19 tahun ia dibebaskan. Karena sulit mencari pekerjaan, ia pergi ke rumah seorang pendeta yang dengan baik hati memberikan makan malam dan mempersilahkannya untuk menginap. Terperangkap dalam pencobaan, ia mencuri perlengkapan makan yang terbuat dari perak milik pendeta tersebut dan kabur. Namun ia segera tertangkap dan dikembalikan ke penjara. Pendeta yang baik hati itu mengatakan, “Mengapa, saya memberikannya kepadanya. Dan Jean, kamu lupa membawa tempat lilinnya.” Jean terkejut dengan kebaikan yang sedemikian, dan hal ini telah menghasilkan pertobatannya. Sebuah perbuatan kebaikan telah membawa seorang berdosa kembali kepada Juruselamat (Encyclopedia of 7700 Illustrations, 2934).
b. Kemurahan adalah kualitas kebaikan (chrestotes) yang condong diucapkan dengan lembut, ramah, temperamen yang calm, berbudaya dan berbudi halus dalam karakter dan tindakan ( II Tim 2:24-26, Titus 3:1-2, Yak. 3:17).
Epigram: Seorang guru meminta kepada murid-muridnya untuk memberitahukan apa arti kemurahan hati. Seorang anak lelaki melompat dan mengatakan, “Begini, jika saya lapar dan seseorang memberikan saya sepotong roti, itu adalah kebaikan hati. Tetapi jika mereka memberikan selai di atasnya itulah menjadi kemurahan hati” (Encyclopedia of 7700 Illustrations, 2956)
III. Bagaimana memanifestasikan Kesabaran dan Kemurahan? Gal. 5:24-25
a. Rintangan: kedagingan dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (ay 24). Apa yang bertumbuh di kebun tanpa harus ditanam? Roma 7:18-19. Inilah yang akan terjadi apabila kita mengandalkan keinginan sendiri.


b. Jalan Keluar: Hidup dipimpin oleh Roh (ay 25)
Ilust: Bila kita menginginkan buah, maka kita harus lebih berusaha.
“When you are good to others, you are best to yourself,” Ben Franklin
Kolose 1:10-11, dan kamu memberi buah… dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.”
Penutup: Buah tidak akan menjadi rahasia dan tersembunyi, tetapi akan menyatakan kehadirannya. Setiap orang dilihat dari buahnya. Orang percaya tidak berjuang sendiri, tetapi Roh Allah yang luar biasa bekerja bersama dengannya untuk menghasilkan buah Roh. Orang percaya dapat bersandar pada Roh Allah dan menerima pertolongan-Nya
Sumber: http://setyatmoko.blogspot.com/2008/07/bahan-khotbah.html, diakses tanggal 11 Desember 2009, pukul 11.00


Topic: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal (Read 6198 times)
0 Members and 3 Guests are viewing this topic.
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« on: December 25, 2007, 11:08:17 AM »
________________________________________
Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur
(Filipina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah
berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak
kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir
sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu
menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?"

"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati
Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia
berkata kepada bocah tersebut,"Jangan menyeberang jalan raya sendirian,
setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan
menemani kamu ke seberang jalan . jadi dengan cara tersebut saya bisa
memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."

"Kenapa kamu tidak pulang sekarang ?? Apakah kamu tinggal di Gereja
setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan .. sahabatku."

Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya
didepan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut
bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy
kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku
tidak mencontek walaupun temanku melakukannya .
aku makan satu kue dan minum airku.
Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.
Terima kasih buat kue ini Tuhan! .
aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan
kueku yang terakhir buatnya .. lucunya, aku nggak begitu lapar.
Lihat, ini selopku yang terakhir.
Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.
Engkau tahu ini sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa .. paling
tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah.
Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah
bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah .
tolong Bantu mereka supaya bisa sekolah lagi .
tolong Tuhan ??
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi.
Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling
tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku
Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini .. disini ..
aku rasa Engkau tahu yang ini khan .....??
Tolong jangan marahi Ibuku ya ..
dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya
sekolahku ..
Itulah mengapa dia memukul kami.
Oh Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini.
Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, namanya Anita ...
menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku
Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena
aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu.
Engkau adalah sahabatku.
Hei .. ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira ??
Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu.
Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau akan menyukainya.
Ooops aku harus pergi sekarang."


Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta
....Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa
menemaniku menyeberang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen
sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari
Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang
murni kepada Allah ..
suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa
memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit.
Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah
tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat.

Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari
pesta natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku ...'

"Kurang ajar kamu bocah !!! tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa ??!!!
Keluar.!!!"

Andy begitu terkejut, " Dimana Bapa Pendeta Agaton . Dia seharusnya
membantuku menyeberangi jalan raya .. dia selalu menyuruhku mampir lewat
pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan
Yesus - ini hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ...."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang
dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah .. kamu akan
mendapatkannya !!!"

Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian
menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut didepan Gereja.
Dia mulai menyeberang .
ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada
tikungan yang tidak terlihat pandangan.
Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak
melihat datangnya bus tersebut.
Waktunya hanya sedikit untuk menghindar .. dan Andy tewas seketika.
Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang
tersebut yang sudah tak bernyawa.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan
wajah yang halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan
memeluk tubuh bocah malang tersebut.
Dia menangis.
Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya, " Maaf Tuan. apakah
anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu
dalam segera berdiri dan berkata," Dia adalah sahabatku." Hanya itulah
yang dia katakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah malang tersebut dan
menaruhnya didadanya.
Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah malang tersebut dan
keduanya kemudian menghilang.
Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan.

Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah
putih tersebut.
Pendeta itu bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?"

"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." ucap ibu Andy
terisak.

"Apa katanya ?"

Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat
berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas
meninggalnya Andy sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi
ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia
menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy
dari wajahnya dan memberikan kecupan di keningnya kemudian Dia
membisikkan sesuatu ...

"Apa yang dia katakan ?"

"Dia berkata kepada puteraku .." Ujar sang Ayah "Terima kasih buat
kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku."
Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa
begitu indah .. aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian.
Yang aku tahu aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat
menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami ada
suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang
begitu dalam di hatiku..
Aku tidak dapat melukiskan sukacita didalam hatiku. Aku tahu puteraku
sudah berada di Surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, Bapa
Pendeta..siapakah pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap
hari di Gerejamu ? anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada
disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal ."

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan
lutut gemetar dia berbisik," Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa
..... kecuali dengan Tuhan."

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #1 on: December 25, 2007, 11:09:46 AM »
________________________________________
Dua Puluh Lima Desember
Tanpa terasa satu bilangan tahun lagi hampir kita lewati dan masukkan dalam gudang kenangan. Berbagai pergumulan dan sejumlah anugerah telah kita nikmati. Tahun yang baru telah siap menyambut kita dengan segala kerumitan dan kebahagiaan di dalamnya. Memasuki bulan Desember, segenap orang Kristen dan gereja sibuk mempersiapkan diri untuk memperingati hari Natal. Sejauh manakah kita mengenal akan tanggal yang selalu diperingati sebagai hari Natal itu?

Tahun Kelahiran Yesus

Kita dan penanggalan internasional setiap tahun selalu menempatkan hari Natal pada tanggal 25 bulan Desember, dan menceritakan kepada anak Sekolah Minggu kita itulah tanggal kelahiran Yesus. Sebagian orang (termasuk salah satu media massa yang terbit di Jakarta baru-baru ini), dengan pemikiran kalau dalam bahasa Inggris ada sebutan ‘Before Christ (B.C.)’ atau ‘Sebelum Masehi (S.M.)’ untuk menyebut tahun-tahun sebelum kelahiran Yesus dan ‘Anno Domini (A.D.)’ atau ‘Masehi (M)’ untuk tahun sesudahnya, maka mereka menganggap Yesus lahir tepat pada tahun 0 Masehi. Padahal sebenarnya tahun 0 Sebelum Masehi dan/atau tahun 0 Masehi itu tidak pernah ada. Jadi kalau begitu, tahun berapakah Yesus lahir? Sebagian orang yang lain berpegang bahwa tahun 4 Sebelum Masehi adalah tahun kelahiran Yesus. Mengapa bisa begitu? Bukankah digunakannya tahun ‘Masehi’ adalah untuk memisahkan tahun sebelum dan sesudah kelahiran Yesus?

Menurut catatan Flavius Josephus, seorang ahli sejarah yang hidup pada tahun 37-100 Masehi (jadi tidak terlalu jauh dari masa kehidupan Yesus), dapat diketahui bahwa Herodes yang disebutkan dalam Matius 2:1 “………. pada jaman Raja Herodes ……” adalah Herodes Agung, yang hidup dari tahun 73-4 Sebelum Masehi. Raja Herodes inilah yang menyebabkan Yesus diungsikan ke Mesir. Baru setelah kematiannya, Yesus kembali dari pengungsian (lihat Matius 2:19-20). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa Yesus dilahirkan sekurang-kurangnya beberapa tahun atau bulan sebelum 4 S.M. Dan menurut dugaan yang lazim, kelahiran Yesus adalah antara tahun 8 dan tahun 5 s.M.

Benarkah Yesus Lahir Tahun 5 s.M.?

Pada jaman itu, tahun dalam kekaisaran Romawi dihitung dari tahun berdirinya kota Roma. Tahun Romawi disebut AUC, singkatan dari Ab Urbe Condita, yang berarti ‘sejak berdirinya kota’. Kemudian pada abad ke-6, atas perintah Kaisar Justinian, seorang rahib bernama Dionisius Exigius membuat kalender baru. Ia mengganti perhitungan tahun Romawi dengan tahun Masehi, yang dimulai dari kelahiran Yesus. Tetapi di kemudian hari barulah diketahui bahwa ia membuat kekeliruan hitung. Ia menempatkan kelahiran Yesus pada tahun 753 AUC, padahal seharusnya pada tahun 749 atau 747 AUC. Kekeliruan ini sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Dan sampai sekarang kita pun sudah terlanjur menggunakan tahun hasil perhitungan Dionisius itu, yang sebetulnya empat atau lima tahun terlambat dari kenyataan kelahiran Yesus.

Lalu Bagaimana dengan Bulan Kelahiran-Nya?

Apabila kita melihat di peta, maka kita akan menemukan bahwa Israel terletak di sebelah utara garis khatulistiwa, hampir sejajar dengan Jepang, yang berarti bulan Desember adalah musim dingin. Bagaimana dengan catatan Injil yang menjelaskan tentang para gembala pada malam kelahiran Yesus dalam Lukas 2:8 “….gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam”? Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran Yesus pasti bukanlah pada bulan Desember.

Seseorang bernama Klemens dari Alexandria membuat perhitungan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Pachon, yaitu tanggal 20 Mei. Tetapi itu pun bukan merupakan suatu kepastian.

Mengapa Kita Tidak Punya Tanggal Kelahiran Yesus yang Pasti?

Pada jaman itu, merayakan ulang tahun hanyalah kelaziman orang kafir. Satu-satunya ulang tahun yang kita baca di Perjanjian Baru adalah ulang tahun Herodes Antipas (lihat Matius 14:6). Dan gereja pada jaman itu tidak merayakan kelahiran Yesus melainkan kebangkitan-Nya. Baru sekitar abad ke-3, umat Kristen di Mesir mulai merayakan Natal. Tanggal yang digunakan adalah 6 Januari, bertepatan dengan suatu hari raya umum.

Gereja di Roma baru mulai merayakan Natal pada akhir abad ke-4, dan tanggal yang dipilih adalah 25 Desember. Pemilihan tanggal tersebut adalah untuk memberi isi yang baru kepada perayaan kafir yang menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi bagian utara. Tidak lama kemudian kebiasaan merayakan Natal pada tanggal 25 Desember itu pun ditiru oleh gereja-gereja di tempat lain. Dan hingga sekarang, Natal dirayakan setiap tanggal 25 Desember oleh hampir semua gereja.

Anak Sekolah Minggu yang kritis mungkin akan bertanya: Jika demikian kenapa kita tidak menghitung ulang atau mengikuti perhitungan Klemens, yaitu merayakan Natal pada tanggal 20 Mei saja?

Dengan segala kerendahhatian dan tidak ada maksud untuk menggurui, berikut adalah beberapa hal yang saya bisa bagikan dan barangkali bisa dijadikan contoh jawaban atas pertanyaan semacam itu:

1. Perhitungan Klemens menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan pada tanggal 20 Mei, namun itu pun belum pasti benar. Kenapa kita harus menggunakan tanggal yang kebenarannyapun masih diragukan?

2. Secara umum, sudah berlangsung selama berabad-abad, Natal dirayakan pada bulan Desember, tepatnya pada tanggal 25 Desember, kenapa kita harus menetapkan tanggal perayaan sendiri, yang lain daripada yang lain?

3. Kekeliruan perhitungan ini pastilah ada campur tangan dan atas ijin Allah, karena hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak mengijinkan orang untuk lebih mengutamakan atau lebih tepatnya mengkeramatkan tanggal tertentu lebih daripada yang lain; yang akhirnya justru akan melupakan bahwa rahmat, kasih dan anugerah-Nya selalu baru dan terlimpah setiap hari. Sebagai perbandingan kita dapat melihat bahwa peringatan akan Kematian Kristus atau Paskah, bukan ditentukan oleh tanggal tertentu tetapi oleh hari.

Atau perhitungan satu hari yang kita pakai sekarang, yaitu pagi-malam, yang berubah dari catatan perhitungan satu hari yang Allah berikan (lihat Kejadian 1:5, 8, 13, dst “… jadilah petang, jadilah pagi, itulah hari ….”)

4. Bukankah kenyataannya selama ini juga sudah berlangsung, bahwa banyak gereja yang melaksanakan perayaan Natal tidak tepat pada tanggal 25 Desember?

5. Kesalahan tanggal dalam merayakan hari Natal, tidak akan berpengaruh terhadap iman kepercayaan dan keselamatan kita.

Yang lebih utama dan terutama harus dipikirkan, ditekankan dan diajarkan dalam perayaan Natal adalah hadiah atau komitmen apa yang akan kita berikan sebagai persembahan kepada Kristus, pada saat kita memperingati hari kelahiran-Nya?

Jadi sekarang kreatifitas guru dan waktu (usia) yang tepat diperlukan untuk mengajarkan hal ini kepada anak-anak Sekolah Minggu, agar tidak membuat mereka justru menjadi bingung dan akhirnya kehilangan arti/makna yang sesungguhnya dari inkarnasi Kristus ke dunia ini.

Diambil dari berbagai sumber pemudakristen

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #2 on: December 25, 2007, 11:14:38 AM »
________________________________________
Hampir pasti setiap Natal dirayakan kita selalu ingin agar itu bukan hanya tradisi atau rutinitas semata namun sebaliknya kita dapat mengerti arti yang sesungguhnya. Maka hampir semua kotbah Natal selalu bicara makna Natal.

Hal ini akan sangat menarik dibicarakan ketika kita berada dalam kondisi bangsa kita yang sedang prihatin saat ini. Apa makna Natal dalam konteks yang demikian itu?

Paling tidak kita dapat merenungkan dua hal dari kelahiran Yesus sehubungan dengan konteks sekarang.

1. HIDUP SEDERHANA

Kita semua tahu, bahwa Yesus lahir di sebuah kandang bukan karena Dia miskin. Allah bisa saja memilih untuk berinkarnasi melalui seorang putri kerajaan. Tapi itu tidak dilakukannya. Dengan kehendak-Nya sendiri Allah mau menjadi manusia dalam kesederhanaan. Allah kita kaya, tapi Ia hidup dalam kesederhanaan.

Oleh karena ini sungguh ironis, jikalau seringkali kita merayakan Natal dalam kemewahan. Paling tidak melihat kondisi bangsa sekarang sungguh tidak pantas kalau masih ada gereja yang berpesta pora dalam merayakan Natal. Mereka telah kehilangan makna yang sesungguhnya. Natal berarti Allah mau menjadi sama dengan manusia, termasuk orang-orang yang dianggap paling hina sekalipun. Orang Kristen harus meneladaninya dengan mau menjadi sama dengan orang-orang yang terlantar dan terbuang. Baiklah dalam Natal ini kita diubahkan untuk hidup dengan sederhana.

2. HIDUP MEMBERI.

Yesus datang ke dunia dengan tujuan yang jelas: melayani dan memberikan hidup bagi manusia. Kalau dipikir lebih jauh, jelas hal ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Allah mau repot-repot datang untuk memberikan hidupnya bagi manusia yang seringkali justru menyakitiNya? Tentu yang lebih logis adalah Allah membinasakan semua manusia dan menciptakan yang baru.

Tapi kasih dan pribadi Allah memang tidak logis. Dia mengatasi logika manusia. Terus apa yang kita bisa pelajari? Kalau Allah mau hidup untuk memberi bagi orang lain, apakah masih layak kita hidup dalam keegoisan? Masih pantaskah kita disebut pengikut Kristus kalau melakukan apa yang bertentangan dengan teladanNya? Memberi... melayani.. memberi.. melayani.

Justru dalam kondisi bangsa sekarang ini, dimana banyak orang sengsara, susah, menderita, lapar, miskin, Tuhan sedang merindukan umatNya mewujudkan teladanNya. Tidak sadarkan kita bahwa ini suatu anugerah dan kesempatan bagi kita untuk melakukan apa yang telah diajarkanNya? Maukah kita memberikan hidup kita bagi orang lain? Maukah kita sungguh melayani mereka? Jangankan hidup, uang saja kita seringkali masih berpikir. Dan ketika kita berpikir, seringkali yang menjadi faktor keberatan terbesar adalah diri kita sendiri. Kita belum berpikir seperti Yesus bepikir. Kita belum melihat seperti Yesus melihat.

Yesus datang memberikan hidupNya untuk semua manusia, semua bangsa, semua suku, semua ras, semua etnis, semua golongan, semua.....

Oleh sebab itu sudah seharusnya umat Kristen menjadi orang yang paling anti dengan diskriminasi. Kita seharusnya pula menjadi orang yang paling 'ngotot' untuk menghapus SARA dibumi Indonesia. Karena Tuhan kita Tuhan yang mencipta dan berkuasa atas dunia dan manusia secara keseluruhan. Sungguh kesalahan besar kalau kita berdiam diri melihat diskriminasi terjadi, lebih parah lagi kalau kita sendiri melakukan diskriminasi.

Selain itu kita lebih sering melihat bahkan memposisikan diri kita sebagai kaum minoritas, kelompok yang lemah, selalu menjadi korban, dan banyak negative thinkings yang lain. Kita harus buang jauh-jauh konsep seperti itu. Kita bersama Tuhan pemilik semesta ini. Kita tidak lemah, kita bukan korban yang tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Kita masih dan harus bisa melakukan sesuatu. Karena kekuatan kita bukan dari kita sendiri namun dari Tuhan, sepeti tema Natal tahun ini diambil dari Yesaya 41:10: "Janganlah takut, sebab AKU menyertai engkau!".

Bangkitlah Saudaraku, berikan dan lakukan sesuatu daripada mengasihani diri terus menerus. Natal membuktikan bahwa Allah kita berkuasa dan tidak ada yang mustahil bagiNya! Selamat Natal!

Diambil dari :
Andreas Jonathan adalah
Sekretaris DPD PIKI Singapura 1998-2001

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #3 on: December 25, 2007, 11:18:26 AM »
________________________________________


NATAL, Kapan terjadinya?

Sekalipun teolog Bruno Baur menolak bahwa Yesus pernah hidup di dunia, dan kelompok Jesus Seminar dan teolog modern menolak ke’Tuhan’annya, umat manusia secara umum mengakui bahwa Yesus pernah tinggal di Yudea dan lahir di Betlehem, namun kapan kelahiran itu terjadi?

Natal pertama tercatat secara jelas dalam Kitab Injil Matius 1:18-2:11 dan Lukas 2:1-20, peristiwa mana terjadi ketika kaisar Agustus mengeluarkan perintah sensus dimana penduduk harus mendaftar ulang di tempat asal kelahiran mereka. Dari sejarah kita mengetahui bahwa kaisar Agustus memerintah sekitar tahun 30sM – 14M. Namun, kapan ia mengadakan sensus?

Dari data Alkitab kita mengetahui bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, Yudea diperintah oleh raja Herodes Agung (37 – 4sM) yang kejam bahkan kita melihat kekejaman itu pada waktu ia membunuh bayi-bayi di Betlehem (Mat.2:16-18). Dari data ini kita dapat mengetahui bahwa waktunya tidak lebih lambat dari tahun 4sM, dan karena Herodes meninggal tidak lama setelah kelahiran Yesus, maka kemungkinan Yesus lahir antara tahun 6 – 4sM, dan bukan pada tahun 0.

Sekarang, pada bulan apa Yesus dilahirkan? Benarkah seperti yang dikatakan tradisi gereja yang menyebut tanggal 25 Desember? Kelihatannya bulan dan tanggal itu tidak tepat, soalnya pada bulan Desember – Januari, di Palestina, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju, sehingga agaknya tidak mungkin ada bintang terang di langit dan para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Luk.2: , demikian juga tentunya kaisar Agustus tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh dalam suasana dingin yang mencekam sehingga Maria yang hamil mesti melakukannya.

Ada pendapat selain bulan Desember itu, yaitu dikemukakan bahwa Yesus dilahirkan kemungkinannya di bulan Tishri (September – Oktober) yaitu pada hari Raya Pondok Daun, dimana iklimnya menunjang. Argumentasi ini didasarkan waktu penugasan Zakharia masuk ke Bait Allah adalah sekitar bulan Siwan (Mei – Juni) dan dengan memperhitungkan lama kandungan Elizabeth dan Maria, maka diperkirakan kelahiran Yesus terjadi pada sekitar Hari Raya Pondok Daun. Lalu mengapa diadakan pada tanggal 25 Desember?

Umat Kristen abad pertama tidak merayakan hari Natal, bagi mereka kekristenan berpusat pada rangkaian hari kematian, dengan puncak kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang dikenal sebagai hari Paskah. Sejak abad-3 gereja Timur (Orthodox) merayakan hari ‘Epifani’ (manisfestasi) pada tanggal 6 Januari untuk merayakan hari pembaptisan Yesus di sungai Yordan yang sekaligus mencakup peringatan akan kelahirannya. Perayaan Epifania masih dirayakan gereja Timur hingga kini dengan memberkati air baptisan dan sungai Yordan. Di gereja Barat, hari Epifani juga dirayakan untuk mengingat kunjungan para Majus, dan sejak abad-4 untuk mengenang peristiwa sekitar manifestasi kelahiran Yesus di Betlehem.

Pada tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran Matahari pada tanggal 25 Desember sebagai penutup festival saturnalia (17-24 Desember) karena diakhir musim salju Matahari mulai menampakkan sinarnya pada hari itu. Menghadapi perayaan kafir itu, umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara itu, namun dengan adanya kristenisasi masal di masa Konstantin, banyak orang Kristen Roma masih merayakannya sekalipun sudah mengikuti agama Kristen. Kenyataan ini mendorong pimpinan gereja di Roma mengganti hari perayaan ‘kelahiran Matahari’ itu menjadi perayaan ‘kelahiran Matahari Kebenaran’ dengan maksud mengalihkan umat Kristen dari ibadat kafir pada tanggal itu dan kemudian menggantinya menjadi perayaan ‘Natal.’ Pada tahun 336, perayaan Natal mulai dirayakan tanggal 25 Desember sebagai pengganti tanggal 6 Januari. Ketentuan ini diresmikan kaisar Konstantin yang saat itu dijadikan lambang raja Kristen. Perayaan Natal kemudian dirayakan di Anthiokia (375), Konstantinopel (380), dan Alexandria (430), kemudian menyebar ke tempat-tempat lain.

Dari kenyataan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa Natal bukanlah perayaan dewa Matahari, namun usaha pimpinan gereja untuk mengalihkan umat Roma dari dewa Matahari kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara menggeser tanggal 6 Januari menjadi 25 Desember, dengan maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti upacara kekafiran Romawi. Masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, dan tanggal 25 Desember pun tidak lagi mengikat, sebab setidaknya umat Kristen secara umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman.

Lalu bagaimana dengan istilah ‘Christmas’? Istilah ini berasal kata ‘Cristes Maesse’ yang berarti ‘misa Kristus.’ Memang harus diakui, di sini ada pengaruh budaya kafir Romawi atas ibadat Natal di gereja Barat (yang kemudian menjadi Roma Katolik) yaitu asalnya upacara kurban darah binatang di mezbah gedung pengadilan romawi yang bernama Basilika. Ini sejak pemerintahan Konstantin, Basilika dihadiahkan kepada gereja lalu patung dewa-dewi Romawi diganti menjadi patung orang-orang suci, dan upacara kurban darahnya diubah juga menjadi upacara ‘misa Kristus’, yaitu perayaan penebusan tubuh dan darah Yesus’ atau penghidupan kembali kematian dan kebangkitan Yesus disertai perjamuan kudus (ekaristi) dimana darah dan anggur dianggap berubah menjadi darah dan tubuh Yesus ketika masuk ke mulut (transubstansi). Umat Kristen tidak lagi menghias gereja dengan ‘patung’ dan melakukan ‘misa’ lagi (misa yang arti umumnya perayaan perjamuan kudus tetapi secara khusus dalam ekaristi RK diberi kandungan magis ajaran transubstansi dan penghidupan kembali pengorbanan Tuhan Yesus).

“Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.” (Ibrani 9:28).

Sumber : Herlianto/YABINA ministry

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #4 on: December 25, 2007, 11:19:22 AM »
________________________________________


NATAL, Fakta sejarahnya

Natal masih meninggalkan masalah karena fakta sejarahnya diragukan kalangan tertentu, ada yang mengatakan bahwa data Natal pada Matius dan Lukas beda, dan data Lukas itu tidak sesuai dengan data Josephus tentang kapan terjadinya sensus, pada zaman raja Herodes (Matius 2) atau zaman gubernur Kirenius? (Lukas 2:2). Masalah kontroversi data sejarah ini timbul sejak adanya kritik historis yang berkembang di kalangan teologi modern/liberal yang berakibat adanya anggapan bahwa data Lukas salah.

Teologi modern/liberal pada dasarnya terpengaruh rasionalisme menolak kemungkinan segala sesuatu yang bersifat supra-natural termasuk kelahiran Yesus. John Dominic Crossan, pencetus ‘Jesus Seminar’ menulis bahwa “Sensus Kirenius terjadi pada tahun 6-7M sekitar satu dasawarsa setelah kelahiran Yesus dan kebiasaan Romawi melakukan sensus ditempat tinggal atau pekerjaan dan bukan di tempat asal atau kelahiran” (The Historical Jesus, h.371-372). Dari perbedaan ini kemudian dianggap bahwa Lukas tentu mengarang cerita iman menjadi dongeng Natal.

Kita dapat melihat bahwa dibalik kritik modern/liberalisme yang menganggap bahwa kekristenan yang percaya alkitab sebagai fundamentalis yang terperangkap ketidak bersalahan alkitab (innerancy), sebenarnya pihak modern/liberalisme juga terperangkap ketidak bersalahan (inerrancy) rasionalisme yang menganggap data Josephus tidak bisa salah (inerrant) maka data Lukas salah. Menurut data Lukas, yang tidak beda dengan Matius, Natal terjadi pada zaman raja Herodes (Mat.2;Luk.1:5), namun dalam Luk.2:1-2 disebutkan bahwa pada waktu itu Kaisar Agustus memberi perintah untuk melakukan sensus pertama kali sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Herodes meninggal tahun 4sM, maka karena Natal terjadi sebelum ia meninggal diperkirakan terjadinya sebelum tahun itu.

Menurut Josephus, yang lahir sesudah Yesus naik ke surga (37M), dalam kitabnya yang terkenal ‘Antiquitas Judaica’ (XVII.xiii.5; XVIII.i.1) dikatakan bahwa sensus terjadi pada masa Kirenius memerintah di Siria setelah Archelaus anak Herodes meninggal (6M) jadi sekitar tahun 6-7M. Agaknya kurang tepat kalau mengatakan Alkitab bukan buku sejarah sedangkan buku Josephus buku sejarah yang benar, padahal kita tahu bahwa sekalipun data Alkitab memiliki keterbatasan, Josephus juga bukanlah alat rekam sejarah yang akurat benar.

Penulis sejarah tidak pernah bisa obyektif sepenuhnya, tulisannya tetap mengandung subyektivitas tergantung apa pandangannya. Joseph ben Matthias adalah yahudi farisi yang dekat dengan penguasa Roma, dan karena meramalkan bahwa Vespasius akan naik tahta menggantikan Nero, ketika diadili Nero, ia dibela Vespasius kemudian bersahabat dengan anaknya Titus (yang menyerbu Yerusalem) dan Domitian (yang memenjarakan Yohanes), itulah sebabnya ia mengganti nama dengan nama keluarga Vespasius menjadi ‘Flavius Josephus’ dan tinggal di Roma.

Tulisan Josephus sendiri tidak bisa dibilang akurat benar, soalnya ada distorsi politik dalam karyanya. Bukunya tentang perang Yahudi (Belum Judaicum) dicerca orang Yahudi dan dianggap sebagai penghianat bangsa sendiri karena menutupi kebenaran yahudi dan membela penjajah. Ensiklopedia Britannicca menyebut ia tidak lepas dari kelemahan penulisan sejarah kuno: “As a historian, Josephus shares the faults of most ancient writers; his analyses are superficial, his chronology faulty, his facts exaggerated, his speeches contrived. He is especially tendensius when his own reputation is at stake.” Juga disebutkan bahwa tulisannya mengenai sejarah Yahudi mengabaikan para nabi dan ia biasa membumbui cerita Kitab Suci. Ensiklopedia Encarta juga menyebut tulisan Josephus bersifat ambigu dan tulisannya mengandung konflik. Dari sini kita dapat memaklumi mengapa Josephus tidak menyebut sensus yang pertama, soalnya tahun itu berkaitan dengan kelahiran Yesus yang bagi orang Yahudi dan Romawi jelas pantang.

Sekalipun memiliki kekurangan demikian dan bungkam mengenai Natal tidak dapat disangkal karyanya mencakup juga kebenaran sejarah. Demikian juga Lukas, di balik keterbatasannya, bukunya adalah buku sejarah pula karena banyak menulis mengenai kejadian-kejadian di zamannya. Sekalipun Josephus tidak berpihak Kristen ia juga menulis bahwa Yesus adalah tokoh sejarah yang dijuluki Kristus (buku XX) dan menyebut ke’Tuhan’an Yesus (buku XVIII, yang terakhir ini dianggap sebagian orang sebagai tambahan penerjemah yang Kristen). Jadi data Yesus yang bersejarah diakui oleh Josephus bahkan Yesus sebagai Kristus. Kita harus menyadari bahwa baik Lukas maupun Josephus keduanya menulis juga peristiwa yang terjadi masa lalu yang bukan pengamatan mata sendiri (seperti peristiwa Natal & sensus) bahkan sebelum kelahiran mereka.

Lalu bagaimana kita melihat data sejarah Sensus dari keterbatasan dan kebenaran kedua buku sejarah itu? Lukas menyebut bahwa setidaknya terjadi dua kali sensus, yaitu yang disebutnya ‘pendaftaran yang pertama kali’ (Luk.2:2, apografee protee) pada waktu Natal dan dilakukan lagi pada sekitar (6-7M, Kis.5:37, apografee) dalam ucapan Gamaliel. Lalu mengapa Natal disebut Lukas pada zaman Kirenius (Quirinius)? Ensilklopedia Britannica menyebut ada inskripsi di Museum Lateran yang menyebutkan ada gubernur yang duakali berkuasa di Siria dan sekitar tahun 8sM pernah dilakukan sensus juga, ini menunjuk Quirinius (‘Interpreter’s Dictionary of the Bible’ menyebut inskripsi itu Lapis Tiburtinus (CIL, XIV.3613), The New Bible Dictionary menulis bahwa Tertulianus menyebut adanya sensus sekitar 8-6sM (Adv.Marcion.IV.19. Intepreter’s: 9-6sM), dan data lain menyebut adanya sensus di Roma setiap 14 tahun sekali).

Tertulianus juga menyebut bahwa kemungkinan Quirinus memerintah dalam asosiasi dengan Saturninus yang dicatat sejarah sebagai gubernur Siria waktu itu, ada juga yang mengatakan bahwa Lukas keliru menyebut sensus pertama itu sebagai sensus Kirenius tetapi seharusnya Saturninus. Namun ada data lain yang menyebutkan bahwa Quirinus sudah menjadi tokoh pening di Roma dan Asia Kecil sejak 12sM, dan ada tumpang tindih antara waktu pemerintahan Saturninus (9-6sM) dan Quintilus (7sm-4M), maka tidak tertutup kemungkinan bahwa masa transisi antara 7-6sM itu dijabat oleh Quirinus dan dalam catatan Lateran namanya tidak jelas mungkin karena hanya sebagai pejabat sementara gubernur Siria tahun itu (Archer, Ensyclopedia of Bible Difficculties, h.365-366).

Kaisar Agustus menghadapi negara yang rusak akibat kediktatoran Julius Caesar yang digantikannya, ia lalu menata administrasi negaranya termasuk sistem perpajakan dan meluaskan negara jajahan Romawi, dan sekalipun ia memberi otonomi kepada negara-negara jajahannya yang kemudian disebutnya propinsi, dalam hal tertentu termasuk sensus masih dilakukan sentralisasi (Merril S. Tenney, Survey Perjanjian Baru, h.6). Lalu bagaimana dengan kesimpulan Crossan tentang tidak lazimnya sensus dilakukan di tempat asal atau kelahiran? Interpreter’s Dictionary menyebutkan bahwa: “evidence exists that a return to one’s native residence for purpose of tax enrollment was required in a limited area (Pap.London 904, vol.III,p.124).

Dari data-data di atas kita dapat melihat bahwa sekalipun Alkitab tidak khusus ditulis sebagai buku sejarah (sesuai kriteria catatan sejarah masakini), di balik keterbatasannya, data-datanya menunjukkan kejadian-kejadian sejarah yang sejalan dengan para penulis sejarah di zamannya seperti karya Josephus. Karena itu kita boleh bersyukur bahwa Alkitab tetap membuka kemungkinan untuk diandalkan, namun dengan catatan bahwa kita harus tetap terbuka akan penyelidikan kritik teks dan tidak lari mengunci diri dalam kepongahan ‘rasionalisme,’ yang beranggapan bahwa semua produk sejarah itu pasti benar dan sejarah Alkitab itu dongeng.

Sumber : Herlianto/YABINA ministry

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #5 on: December 25, 2007, 11:22:36 AM »
________________________________________
Misteri Natal

Pada tahun-tahun pertama umat Kristen tidak merayakan Natal bukan perayaan Kristiani—tetapi Hari Raya Paskah-lah yang dirayakan. Natal baru mulai dirayakan tahun 336 Sesudah Masehi. Ditandai dengan orang Kristen menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah. Kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal .

Gerakan Reformasi di tahun 1500-an, sempat melarang Natal terutama di Inggris dan Amerika. Demikian juga kaum Puritan di Jerman menolak perayaan Natal . Sebab, menurut mereka Natal adalah hari raya kaum kafir. Aliran Puritan ini sempat mengeluarkan peraturan hingga mengacam setiap orang yang merayakan Natal .

Itu sebabnya, saat ini ada beberapa aliran gereja yang tidak mau merayakan Natal , termasuk beberapa gereja di Indonesia . Alasannya, karena perayaan Natal menurut mereka diambil dari budaya kafir dan merayakan Natal berarti mengikuti orang kafir.

Memang banyak tafsiran tentang lahir Yesus. Ada yang menyebut 20 Mei, ada yang bilang 19 April, 6 January, dan 17 November. Namun, para cedikiawan Kristen masa itu sehati bahwa tanggal lahir Kristus tidak ada yang tahu alias misteri. Jadi, kalau tidak tahu jangan direkayasa.

Umat Kristen mengakui kelahiran Kristus menjadi titik awal bagi dunia. Kelahiran-Nya dimulai berdasarkan kalender masehi. Dalam kitab suci menyiratkan cerita Natal berawal dari kisah Caisar Agustus mengeluarkan surat perintah (SP) dimana setiap orang harus cacah jiwa. Perintah ini dikeluarkan setelah 44 tahun Julius Caesar meninggal.

Dalam kepanikan itulah Yusuf dan Maria mudik—dalam perjalanan menuju Betlehem. Jalan dari Nasaret ke Betlehem sukar untuk ditempuh, perlu menginap. Di perjalanan ketika mencari penginapan pun mereka tidak punya tempat. Hingga Yesus lahir di palungan.

Injil Lukas menceritakan, seorang malaikat datang kepada para gembala di luar kota Betlehem dan memberitahu tentang lahirnya Yesus. Matius juga menulis orang majus, mengikuti bintang terang--menunjukkan kepada mereka dimana Yesus lahir.

Perayaan Keagamaan

Bagi orang Kristen Natal (Xmas) adalah lambang Kristus, Xmas dimulai pada hari Minggu sebagai hari kemenangan disebut juga advent penantian (bhs: Batak berarti panomunomuan). Advent berarti datang, mengacu pada kedatangan Yesus pada hari Natal . Untuk merayakan masa Advent, empat buah lilin, masing-masing melambangkan hari Minggu dalam masa Advent, diletakkan di depan altar gereja (bhs: Batak adalah bagas-joro).

Bagi umat Katolik, seremoni ini ditandai dengan menambahkan satu lilin lagi setiap kalinya. Sebuah lilin merah besar yang melambangkan Yesus, ditambahkan pada lingkaran daun-daunan. Perayaan Natal memuncak pada kebaktian tengah malam tanggal 24 Desember.

Sejarah Santaclaus

Santa Nikolas atau Santa Claus booming tahun 1100. Di negara-negara Eropa Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Tokoh ini berasal dari kisah lama tentang seorang Santo Kristiani dari dewa Norwegia yang bernama Odin. Para imigran membawa Bapa Natal atau Santo Nikolas ke Amerika Serikat. Namanya lambat laun berubah menjadi Santa Claus, dari nama Belanda untuk Bapa Natal abad ke-empat, Sinter Claas. Sekalipun asalnya dari mitologi Norwegia, Santa Claus kemudian menjadi selebiritis di Amerika Serikat, mereka memberi janggut berwarna putih, mendandaninya dengan baju merah sehingga terkesan seorang tua yang riang dengan pipi yang merah dan sinar di mata jernih. Santa Claus adalah tokoh mitos yang dikatakan tinggal di Kutub Utara.

Tetapi masyarakat tetap meneruskan kebiasaan tukar-menukar kado. Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Demikian pula, musim dingin bagi sanak-keluarga di Romawi Kuno dan Eropa Utara selalu tukar kado. Setiap orang memberikan hadiah pada satu sama lain sebagai bagian dari perayaan akhir tahun. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal menjadi dikomersilkan, misalnya, pohan natal dipajang mall dan menjadi lahan bisnis.

Kisahnya, pada malam Natal, Santa Claus menaiki kereta salju penuh hadiah, ditarik oleh delapan ekor rusa kutub. Santa Claus lalu terbang menembus awan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu kepada anak-anak di seluruh dunia. Untuk mempersiapkan kunjungan Santa, anak-anak Amerika mendengarkan orangtuanya membacakan The Night Before Christmas (Malam Sebelum Natal) sebelum tidur pada Malam Natal. Puisi tersebut dikarang oleh Clement Moore di tahun 1832. Padahal, sesungguhnya Santa Claus hanya tokoh rekaan—dan hanya badut.

Misteri Natal

Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kata Christmas sering disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus Yesus. Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Zaman dulu tanggal 25 Desember itu adalah perayaan bangsa Romawi pada perayaan saturnalia—untuk menghormati dewa matahari saturnus oleh para petani. Perayaan itu dibarengi menghiasi rumah dengan bunga-bunga dan saling tukar hadiah--dan mempersembahkan hasil panen ke dewa saturnus. Tetapi sejak Caesar Costantin menjadi Kristen, ia mengkristenkan seluruh penduduk Romawi, mengubah perayaan tersebut menjadi perayaan Natal.

Sekarang Natal menjadi perayaan universal—menjadi hari ucapan selamat. Demikian pula, ucapan Selamat Natal kepada orangtua, sanak-saudara dan keluarga besar--populer sejak tahun 1800-an. Dan kita akan teringat lampu berkedip-kedip dilingkarkan ke pohon empat musim, terpampang mistletoe serta kartu ucapan Selamat Natal.

Maka, 25 Desember merupakan misteri. Tanggal berapa tepatnya Yesus lahir, tidak jelas tertulis dalam sejarah? Apakah salah orang Kristen merayakan Hari Natal pada tanggal 25 Desember? Atau kita tetap menganggap itu perayaan berhala? Jawabannya bukan pretensi penulis untuk menjawabannya--kitalah masing-masing menjawab.

Menurut hemat penulis, kita perlu tahu sejarah Natal. Misteri Natal sesungguhnya bukan untuk didebatkan. Kalau boleh sedikit berteori, sesungguhnya justru misteri tanggal 25 Desember itulah ke-Maha-Kuasaan Tuhan nampak. Sebab Tuhan tidak bisa diteliti dengan tehnologi sekalipun, berarti ada misteri yang tidak bisa dipecahkan manusia tentang tanggal kelahiran-Nya.

Dan patutnya kita acungkan jempol pada Caesar Costantin walau sedikit otoriter menjadikan tanggal 25 Desember menjadi perayaan umat Kristen. Karena itu, yang penting sekarang adalah makna Natal yang tersirat tersubut. Sebab, Natal bukan sekedar ganti baju baru, barang baru—tetapi Natal adalah momen memperbaiki diri. Bukan perayaan menghambur-hamburkan harta. Selamat Hari Natal.

Oleh: Hotman Jonathan Lumbangaol
wartawan, lulus dari STT Doulos Jakarta—tinggal di Jakarta.

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #6 on: December 25, 2007, 11:23:57 AM »
________________________________________
Di kandang itu ada Juruselamat



malam itu sunyi sekali
malam itu gemintang enggan menari-nari
dinginnya malam gigilkan hati para gembala
mereka tertekan tirani,

akankah datang pelepas kerangkeng ini?
akankah datang penghalau Romawi ini?
akankah datang pembebas derita ini?
akankah?
akankah?
tapi……kapan?

sekelompok majus nun di sana
resah gelisah menunggu waktu tiba
berlelah bergerak dari timur menatap langit
menghadap sang raja menatap dusta

mereka tak menyerah
mereka penuh harapan
bercahaya indah di kerlap bintang besar
penunjuk langkah ke sebuah kandang

para gembala masih menanti dan tak henti bersunyi
majus-majus terus melangkah dan tak mau dipupus
mereka merindu-rindu jumpa pribadi dengan Mesias!

sementara,
yusuf dan maria terhela ke sudut ruang
di dalam kandang
hina-dina tak berdaya
oh…lawatan Allah adakah hinggap ke pemilik rumah?
oh…lawatan Allah bermaknakah bagi orang kota?

Betlehem. Beku. Kaku. Hampa.
di tengah tangis Bayi menggema: oaaa…oaaa…oaaa…oaaa

ternyata,
tangis itu penuh kehangatan
tangis itu membawa terang di atas gembala
ketika malaikat berkata:
“kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
telah lahir bagimu Juruselamat
di kota Daud
terbungkus lampin dalam palungan”

dan…
tangis itu mengundang bintang besar di atas kandang
menuntun majus-majus bertandang
tersenyum memberi persembahan

dunia gempita. malam bersorak:
“hosanna. glori haleluya.
kemuliaan bagi Allah.
damai sejahtera di bumi.
hosanna. glori haleluya.”

sesaat,
kandang itu kembali sunyi
kandang itu dipenuhi Kasih
kandang itu menatap bumi
kandang itu menghampiri hati
dan…sayup-sayup terdengar suara:

kandangkanlah hatimu di dalam Yesus
kandangkanlah hidupmu di dalam Kristus

*************************************************
Jakarta, 10 Desember 2007
Tema Adiputra

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #7 on: December 25, 2007, 11:25:11 AM »
________________________________________
Natal Adalah Pemberian


Natal adalah pemberian. Itu adalah hal yang tidak boleh dilupakan oleh siapapun yang merayakannya. Berdasarkan survey yang dilakukan beberapa waktu lalu, ketika orang-orang ditanyakan apa yang mereka pikirkan tentang Natal, maka peringkat pertama survey memberi tempat pada pohon Natal. Bagi kebanyakan orang, Natal selalu identik dengan pohon cemara yang selalu dihiasi dengan lampu kerlap kerlip, atau berbagai aksesoris yang digantung pada ujung daunnya atau hiasan berbentuk efek salju dari kapas. Maka tidak heran, setiap menjelang natal, orang menghiasi rimahnya dengan pohon natal.

Peringkat kedua yang paling diingat orang mengenai Natal adalah liburan orang Kristen. Banyak orang menganggap bahwa natal aalah kesempatan liburan dari kejenuhan pekerjaan dan rutinitas. Di dalam liburan itu, kita menjumpai orang-orang yang merantau "pulang kampung" dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.

Sinterklas menduduki peringkat ketiga mengenai hal yang paling diingat orang tentang natal. Siapa yang tidak kenal tokoh ini. Sinterklas adalah "kakek" tua yang berjanggut dan berkumis panjang nan lebat dengan kereta rusa yang bisa terbang ke angkasa sambil membawa sebuah karung besar berisi hadiah bagi anak-anak yang berbuat baik selama satu tahun.

Semua hasil survey itu tidaklah salah dan sangat indah. Tetapi menariknya, tidak ada peringkat mengenai "pemberian" di dalam pandangan orang tentang natal. Banyak orang mungkin lupa makna natal yang sejati karena telah terjadi pergeseran-pergeseran makna akibat globalisasi dan konsumerisme. Coba dilihat, menjelang natal, orang-orang lebih mementingkan hiasan rumah, baju baru, penampilan yang berbeda dari biasanya. Orang banyak menghamburkan berbagai sumber daya untuk merayakan natal. Bagaimana dengan gereja? Berlomba mengadakan berbagai acara yang menyedot dana cukup besar, promosi ke seluruh Indonesia dan segala hal yang bersifat entertainment. Tetapi apakah orang mengingat bahwa NATAL ADALAH PEMBERIAN? Coba kita bertanya pada orang-orang sepulang dari ibadah natal nan besar dan meriah itu, bagaimana kesan mereka? "Wah, acaranya bagus, lightingnya keren, artisnya luar biasa" Apakah mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Mungkin tidak ada yang mengingatnya.

Natal adalah peringatan kelahiran bayi Yesus ke dalam dunia. Bayi yang menjadi terang bagi dunia dimana kita berada. Di sebuah gereja di Bethlehem tertulis sebuah kalimat di atas pintu gerbang gereja yang dibangun di atas situs rumah Maria sewaktu menerima berita tentang bayi kudus Yesus: VERBUM CARO FACTVM EST ET HABITAVIT IN NOBIS, yang artinya Firman itu telah menjadi Manusia dan ada di antara kita ! Inilah yang sesungguhnya menjadi makna natal sejati, kedatangan Yesus ke dunia untuk menjadi penebus bagi kita, manusia yang berdosa ini. Yesus adalah putra Allah dan menjelma menjadi manusia. Allah memberikan anak-Nya yang tunggal kepada kita semua untuk menebus kita dari semua dosa sebab ALLAH SANGAT MENGASIHI KITA ! Karena kasih-Nya itulah, maka Ia memberikan Yesus kepada kita semua.

Maka pertanyaan yang paling penting yang patut kita renungkan di Natal ini, sebetulnya sangat jelas. Adakah kita sadar akan pemberian anugerah ini? Seharusnya kita tidak layak menerimanya tetapi karena kasih-Nya, maka YESUS diberikan kepada kita dan ada di antara kita. Kalimat 'berdiam di antara kita' dalam terjemahan Yunani diartikan sebagai 'memasang lemahNya di antara kita'. Saya ingat kemah pertemuan yang dibuat Musa di padang gurun, sebagai tempat dimana umat Allah bertemu dengan Allahnya. Inilah yang sebetulnya patut kita ingat menjelang Natal, semua orang mengalami perjumpaan dengan Kristus yang sudah memasang kemahNya. Untuk apa? Orang yang mengalami perjumpaan dengan Allah (divine appointment) hidupnya akan berubah. Maria, adalah satu dari tokoh di dalam Alkitab yang mengalami perjumpaan yang mengubahkan hidupnya. Bagaimana dengan kita? Apa yang anda ingat tentang natal?

Verbum caro factvm est et habitavit in nobis !


Semarang, Des 2007
Sonny Eli Zaluchu

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #8 on: December 25, 2007, 11:26:11 AM »
________________________________________


NATAL, bintang Betlehem

Berita Natal tidak dapat dilepaskan dari kota Betlehem dan kota itu tidak bisa dilepaskan dari bintang Betlehem, sebuah bintang yang menunjukkan lokasi kota itu yang diaku oleh orang Majus sebagai petunjuk jalan. Data mengenai bintang ini dicatat Matius sebagai berikut:

“. . . Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” . . . Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. . . . Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:1-10).

Bintang apakah ini? Dan apakah astronomi memberi petunjuk mengenai keberadaan bintang ini? Mereka yang skeptik akan langsung mengatakan bahwa bintang itu tahyul astrologi yang harus dilupakan karena kalau benar ada bintang istimewa, tentu akan dicatat oleh Josephus, ahli sejarah yang banyak catatannya mengenai kurun waktu itu. Sebaliknya, orang yang terbuka akan meneliti lebih dahulu mengenai kemungkinan kebenaran keberadaan bintang itu. Setidaknya ada empat kemungkinan diusulkan orang mengenai bintang itu, yaitu bintang itu menunjuk pada supernova, konyungsi planet, meteor, atau komit. Lalu, kemungkinannya yang mana?

Konyungsi planet adalah situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus.

Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan enerji sampai akhirnya meredup. Kelihatannya supernova juga tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan petunjuk arah.

Apakah mungkin bintang itu sebuah meteor? Meteor adalah benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara dan terlihat seperti bola api. Sekalipun meteor bisa menghancurkan seperti yang terjadi di Tunguska (Siberia 1908) dan mendatangkan kerusakan seluas 2000 Km2, pada umumnya kecil dan batu yang tersisa disebut meteorit. Meteor (bintang jatuh) biasa jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang seakan-akan berhenti di atas Betlehem.

Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Kemungkinannya, komitlah yang dilihat orang majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kelahiran atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu.

Kemungkinan bintang itu komet memang besar, karena dalam Matius 2:1-10, terlihat bahwa bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari. Ada yang menganggap bahwa ‘bintang Betlehem’ sebagai bintang Timur, atau berada di sebelah Timur. Sebenarnya ayat itu menunjukkan bahwa ketika orang Majus itu melihat bintang itu di Timur dimana mereka bermukim (Mesopotamia), mereka tergerak untuk mengikuti bintang itu sesuai arah pergerakannya yaitu ke Barat. Ini disebabkan karena Mesopotamia terletak di sebelah timur Yudea. Itulah sebabnya orang Majus itu tidak pergi ke arah Timur Mesopotamia ke India atau Cina, tetapi ia pergi ke arah Barat. Ketika sampai di Yudea, kelihatannya komit itu tepat berada di atas sehingga dianggap sebagai tanda lokasi, dan ketepatan lokasi itu ditegaskan oleh konfirmasi nubuatan Mikha (Mat.2:6), yaitu di Betlehem. Lalu, komit apakah itu?

Pada tahun 1705, Edmond Halley menulis mengenai sebuah komit yang akan kelihatan setiap 76 tahun yang diramalkan akan kembali tahun 1758. Komit itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM (Encarta), dan terakhir terlihat pada tahun 1986. Dari beberapa kehadiran komit yang kemudian dinamakan Halley itu lamanya berkisar 75 sampai 79 tahun. Dengan mengambil median 77, dihitung dari tahun 239sM, kemungkinan besar pada tahun-tahun sekitar 8sM komit Halley mendekati dan terlihat di bumi dan berada di atas Yudea di hari kelahiran Yesus.

Dari beberapa data itu, dapatlah disimpulkan bahwa kemungkinan besar komit Halleylah yang di kala Natal dilihat oleh orang Majus yang menjadi petunjuk arah sehingga dari Timur mereka dapat pergi ke Betlehem di padang Efrata. Dan bila ini benar, bukti kelahiran Yesus sebelum tahun 4sM bertambah kuat.

Sumber : Herlianto/YABINA ministry

Thanks

Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #9 on: December 25, 2007, 11:27:17 AM »
________________________________________


KOMIT HALLEY

Menjelang hari Natal, harian Kompas (23 Desember 2003) memuat artikel berjudul “Rahasia Bintang Bethlehem’ yang pada dasarnya menyebut ada beberapa kemungkinan seperti meteor, nova dan supernova, komit, atau konyungsi planet. Disebutkan disitu secara panjang lebar mengenai kemungkinan konyungi planet Jupiter-Saturnus, sedangkan komit hanya disinggung singkat sebanyak 13 baris dan diberi stigma bahwa “dalam berbagai budaya komit identik dengan pertanda buruk atau bencana.”

Minggu kemarin (4 Januari 2004) di gereja ada kesempatan ngobrol dengan Dr. Winardi, dosen astronomi ITB, soal konyungsi planet. Ia menyebut bahwa kemungkinan konyungsi planet adalah tipis sekali, soalnya untuk menyatunya Jupiter-Saturnus dan Bumi dalam satu garis sukar sekali, sebab selama ini konyungsi (berbeda dengan gerhana matahari total) tidak terlihat sebagai satu titik namun menggambarkan beberapa planet yang kelihatan berdekatan. Tulisan Kompas juga pada akhir bahasannya menyebut “namun dalam teori konyungsi ada lebih dari satu obyek langit yang terlihat. Padahal, orang-orang Majus menyebut Bintang Betlehem dalam bentuk tunggal.”

Kalau begitu mungkinkah bintang itu komit? Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan kelihatan berekor (bintang berekor) seperti bola api (fire ball) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa hari, minggu sampai beberapa bulan.

Komit mulai dicatat para astrolog Cina sejak tahun 613 sM, dan pada tahun 240sM ditengarai sebagai komit yang sekarang dikenal sebagai komit Halley. Pada tahun 1695 Edmond Halley menyebut komit berjalan seperti bentuk cerutu dan ada yang kelihatan setiap 75/76 tahun. Dengan keyakinan kuat, ia meramalkan pada tahun 1705, bahwa komit yang kelihatan pada tahun 1531, 1607 dan dilihat olehnya pada tahun 1682, adalah komit yang sama dan akan muncul kembali pada tahun 1758. Halley meninggal pada tahun 1742, namun karena pada tahun 1758 benar-benar komit itu terlihat kembali, komit itu kemudian dinamakan Halley. Pemunculan komit Halley terakhir adalah di tahun 1986.

Dari beberapa penampakan komit Halley, diketahui bahwa orbitnya berlangsung diantara 75 sampai 79 tahun, karena itu bila terlihat pada 240sM (Britannica, 239sM menurut Encarta, mungkin mulai kelihatan tahun 240sM dan berakhir 239sM. Komit Halley terlihat Desember 1758 sampai Maret 1759), maka kalau ketiga kemunculannya kemudian berlangsung 75 tahunan hasilnya tahun 15sM dan kalau 79 tahunan hasilnya 3sM, jadi kemungkinannya komit Halley muncul juga di antara tahun 15-3sM.

Yang menjadi masalah dengan komit adalah bahwa dalam kepercayaan astrologi komit dianggap mendatangkan pertanda buruk dan bencana seperti ditulis Kompas. Astrologi Cina mempercayai komit sebagai benda api langit untuk menyapu jagat raya dari kekuatan jahat yang bila menimpa bumi mendatangkan perang, banjir, kekeringan dan bencana lain. Dalam karya Shakespearre ‘Julius Caezar’ disebutkan bahwa isteri Julius Caezar melihat komit sebelum kematian Caezar memperingatkan suaminya, bahwa: “Bila pengemis mati tidak terlihat adanya komit, langit menunjukkan kematian para pangeran.” Sebaliknya dalam karya itu Cassius yang bersama Brutus membunuh Julius Caezar berkata: “Kesalahannya, Brutus yang baik, bukan pada bintang-bintang, tetapi pada diri kita sendiri.”

Tidak urung Josephus yang disebut penulis sejarah yang handal itu juga mempercayai astrologi. Di tahun 66, ia melihat komit yang sekarang disinyalir sebagai komit Halley itu, ia mengkaitkan kejatuhan Yerusalem pada tahun 70 sebagai diberi tanda oleh kehadiran komit itu sebelumnya. Melihat data Josephus, bila yang dilihatnya itu komit Halley, kejadian sebelumnya terjadi di antara tahun 13-9 sM. Memang perhitungan tahun-tahun sekitar kelahiran Yesus tidak mungkin tepat karena di kala itu beberapa penanggalan di gunakan seperti penanggalan Julian (Romawi, solar), Yahudi (lunisolar), dan Cina (lunar), ketiganya tidak sama benar dengan penanggalan Gregorian (solar) yang digunakan sekarang. Perbedaan beberapa tahun dimungkinkan oleh variasi penanggalan itu.

Di balik stigmatisasi komit sebagai pertanda buruk dan bencana, Giotto dalam lukisannya mengenai kandang Betlehem yang terkenal ‘Adoration of the Magi’ menggambarkan komit Halley sebagai bintang Betlehem. Selain satelit pemantau komit Halley 1986: Vega 1 & 2 (Rusia); Suisei & Sakigake (Jepang); Pioneer 12, Ice, Spartan & Astro 1, dan Solar Max (USA); European Space Agency mengorbitkan satelit ‘Giotto’ mengambil nama pelukis itu. Orang-orang majus (magi) sebagai astrolog tentu juga mempercayai komit sebagai pertanda buruk dan bencana, namun mengapa mereka menyebut bintang itu sebagai pertanda kelahiran raja Yahudi dan bukan kematian? (Mat.2:2). Kasus ini masih menyisakan pertanyaan: “Mengapa Alkitab merestui astrologi?” Astrologi adalah kepercayaan bahwa benda-benda langit tertentu mempengaruhi kehidupan manusia dan alam, dan satu peristiwa kebetulan terjadi berkenaan dengan kehadiran benda langit tertentu digeneralisasikan dan dianggap sebagai rumus umum.

Bila melihat bahwa orang Majus mendapat peringatan melalui mimpi (Mat.2:12), barangkali Tuhan mau menggunakan gejala alam (dhi. Komit) agar bertepatan dengan waktu kelahiran Anak Allah ‘Immanuel’ sang juruselamat ke bumi, sekaligus untuk mematahkan kepercayaan tahyul astrologis mengenai komit yang selalu dianggap sebagai pertanda buruk dan bencana, dan menyatakan bahwa Tuhan berkuasa atas bintang-bintang dan para astrolog dan karena itu mungkin sudah memberi petunjuk sebelumnya melalui mimpi kepada para Magi, sehingga konsep mereka mengenai tahyul astrologi berubah, karena komit yang mereka lihat di Betlehem bukan pertanda buruk dan bencana melainkan kelahiran seorang raja damai yang adalah pertanda baik dan keselamatan!


Sumber : Herlianto/YABINA ministry

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #10 on: December 25, 2007, 11:28:14 AM »
________________________________________
Palungan

Momen Natal selalu dikaitkan dengan kelahiran Sang Manusia. Memang betul adanya, tetapi ada makna yang perlu mendapat perhatian dengan seksama.

Kehadiran Sang Manusia dalam kandang domba, melalui Maria dan Yusuf, lalu dihadiri oleh para gembala dan para sarjana patut menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Bahan refleksi di tengah-tengah hiruk-pikuk dalam kehidupan yang semakin menonjolkan ego, akal manusia, dan kekuatan duniawi.

Maria dan Yusuf merupakan saluran bagi Allah untuk menghadirkan Sang Penebus dosa. Para gembala dan para sarjana dari timur merupakan saluran bagi kelahiran Sang Manusia. Kekuatan bahwa Maria, Yusuf, para sarjana dan para penggembala domba bukan semata mereka hadir. Tetapi lebih dari kekuatan yang ada dalam diri mereka semua untuk melihat, menyaksikan kelahiran Sang Penebus dosa manusia, dalam palungan.

Palungan merupakan tempat yang paling sederhana bahkan hina. Hina karena sebetulnya manusia lahir di rumah sakit (kalau ada) atau minimal rumah. tetapi Sang Manusia lahir di kandang domba. Ini yang sungguh luar biasa.

Kerendahan hati Maria, Yusuf melahirkan di kandang domba. Lalu merebahkan Sang Manusia dalam palungan itu sungguh kekuatan di luar manusia. Kerendahan hati para sarjana, kerendahan hati para penggembala domba untuk menyaksikan dan menyambut kelahiran Sang Manusia.

Sungguh kehadiran Sih Rahmat dari Allah Bapa dalam hati dan pikiran Maria, Yusuf, para sarjana dan para penggembala itulah yang memberikan kerendahan hati. Tanpa Sih Rahmat Allah manusia tidak mampu dan mau sampai pada taraf kerendahan hati. Niat saja tampaknya belumlah cukup.

Palungan merupakan tanda kerendahan hati Maria, Yusuf, para sarjana dan para penggembala dalam menyambut kehadiran Sang Manusia. Tataplah palungan dalam gua-gua natal yang ada dalam setiap gereja. Ingatlah palungan sebagai tanda kerendahan hati di saat kita tinggi hati.

Marilah kita mohon kepada Allah Bapa agar dicurahi Sih Rahmat kerendahan hati sehingga kita sungguh-sungguh dapat tersenyum bahagia di tengah-tengah kerlap-kerlip kehidupan yang semakin meninggikan hati.

Sumber : Kukuh Widyat

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #11 on: December 25, 2007, 11:28:49 AM »
________________________________________
SENSUS SEKITAR NATAL


Natal masih meninggalkan masalah karena fakta sejarahnya diragukan kalangan tertentu, ada yang mengatakan bahwa data Natal pada Matius dan Lukas beda, dan data Lukas itu tidak sesuai dengan data Josephus tentang kapan terjadinya sensus, pada zaman raja Herodes (Matius 2) atau zaman gubernur Kirenius? (Lukas 2:2).

Rasionalisme dengan liberalisme dalam teologi memiliki asumsi menolak kemungkinan segala sesuatu yang bersifat supra-natural termasuk kelahiran Yesus. John Dominic Crossan, pencetus ‘Jesus Seminar’ menulis bahwa “Sensus Kirenius terjadi pada tahun 6-7M sekitar satu dasawarsa setelah kelahiran Yesus dan kebiasaan Romawi melakukan sensus ditempat tinggal atau pekerjaan dan bukan di tempat asal atau kelahiran” (The Historical Jesus, h.371-372). Dari perbedaan ini kemudian dianggap bahwa Lukas mengarang cerita iman menjadi dongeng Natal.

Di satu segi ada kritik bahwa fundamentalisme kristen terperangkap ketidak bersalahan alkitab (innerancy), namun sebenarnya pihak liberalisme kristen juga terperangkap ketidak bersalahan (inerrancy) rasionalisme yang menganggap data Josephus tidak bisa salah (inerrant) maka data Lukas salah. Menurut data Lukas, yang tidak beda dengan Matius, Natal terjadi pada zaman raja Herodes (Mat.2;Luk.1:5), namun dalam Luk.2:1-2 disebutkan bahwa pada waktu itu Kaisar Agustus memberi perintah untuk melakukan sensus pertama kali sewaktu Kirenius menjadi walinegeri di Siria. Herodes meninggal tahun 4sM, maka karena Natal terjadi sebelum ia meninggal diperkirakan terjadinya sebelum tahun itu.

Menurut Josephus (lahir, 37M), dalam kitabnya yang terkenal ‘Antiquitas Judaica’ (XVII.xiii.5; XVIII.i.1) dikatakan bahwa sensus terjadi pada masa Kirenius memerintah di Siria setelah Archelaus anak Herodes meninggal (6M) jadi sekitar tahun 6-7M. Agaknya kurang tepat kalau mengatakan Alkitab bukan buku sejarah sedangkan buku Josephus buku sejarah yang benar, padahal kita tahu bahwa sekalipun data Alkitab memiliki keterbatasan, Josephus juga bukanlah alat rekam sejarah yang akurat benar. Penulis sejarah tidak pernah bisa obyektif sepenuhnya, tulisannya tetap mengandung subyektivitas terpengaruh apa fahamnya.

Joseph ben Matthias adalah Yahudi farisi yang dekat dengan penguasa Roma, dan karena meramalkan Vespasius akan naik tahta menggantikan Nero, ia diadili Nero tetapi dibela Vespasius, ia kemudian bersahabat dengan anak Vespasius bernama Titus (yang menyerbu Yerusalem) dan Domitian (yang memenjarakan Yohanes), itulah sebabnya ia mengganti nama dengan nama keluarga Vespasius menjadi ‘Flavius Josephus’ dan tinggal di Roma.

Tulisan Josephus tidak bisa dibilang akurat benar, soalnya ada distorsi politik dalam karyanya. Bukunya tentang Perang Yahudi (Belum Judaicum) dicerca orang Yahudi dan dianggap sebagai penghianat bangsa sendiri karena menutupi kebenaran Yahudi dan membela penjajah. Ensiklopedia Britannicca menyebut ia tidak lepas dari kelemahan penulisan sejarah kuno: “As a historian, Josephus shares the faults of most ancient writers; his analyses are superficial, his chronology faulty, his facts exaggerated, his speeches contrived. He is especially tendensius when his own reputation is at stake.” Juga disebutkan bahwa tulisannya mengenai sejarah Yahudi mengabaikan para nabi dan ia biasa membumbui cerita Kitab Suci.

Ensiklopedia Encarta juga menyebut tulisan Josephus bersifat ambigu dan tulisannya mengandung konflik. Dalam satu tulisannya ia menyebut bahwa “ia memimpin kekuatan Yahudi dalam pemberontakan di propinsi Galilea (Israel),” tetapi dalam tulisannya kemudian ia menyebut bahwa “ia ikut meredam pemberontakan di Galilea.” Dari sini kita dapat memaklumi sifatnya yang mendua dan mengapa Josephus tidak menyebut sensus yang pertama, soalnya itu berkaitan dengan kelahiran Yesus yang pantang bagi orang Yahudi dan Romawi, atau ia tidak tertarik untuk mencatatnya karena tidak memberi keuntungan apa-apa baginya.

Sekalipun memiliki kekurangan demikian dan bungkam mengenai Natal tidak dapat disangkal karya Josephus juga dapat digunakan sebagai sumber sejarah di zamannya. Demikian juga Lukas, di balik keterbatasannya, bukunya adalah buku sumber sejarah pula karena banyak menulis mengenai kejadian-kejadian di zamannya. Sekalipun Josephus tidak berpihak Kristen ia juga menulis bahwa Yesus adalah tokoh sejarah yang dijuluki Kristus (buku XX) dan menyebut ke’Tuhan’an Yesus (buku XVIII). Jadi data Yesus yang bersejarah diakui oleh Josephus bahkan Yesus sebagai Kristus dan Tuhan. Kita harus menyadari bahwa baik Lukas maupun Josephus keduanya menulis juga peristiwa yang terjadi masa lalu yang bukan pengamatan mata sendiri bahkan peristiwa sebelum kelahiran mereka (seperti Natal & sensus).

Lalu bagaimana kita melihat data sejarah Sensus dari keterbatasan dan kebenaran kedua buku sejarah itu? Lukas menyebut bahwa setidaknya terjadi dua kali sensus, yaitu yang disebutnya ‘pendaftaran yang pertama kali’ (Luk.2:2, apografee protee, kalau tidak ada yang kedua tentu tidak disebut protee/pertama) pada waktu Natal dan dilakukan lagi pada sekitar (6-7M, Kis.5:37, apografee) dalam ucapan Gamaliel. Lalu mengapa Natal disebut Lukas pada zaman Kirenius (Quirinius)? Ensilklopedia Britannica menyebut ada inskripsi di Museum Lateran yang menyebutkan ada gubernur yang duakali berkuasa di Siria dan sekitar tahun 8sM pernah dilakukan sensus juga, ini menunjuk Quirinius (‘Interpreter’s Dictionary of the Bible’ menyebut inskripsi itu Lapis Tiburtinus [CIL, XIV.3613], The New Bible Dictionary menulis bahwa Tertulianus menyebut adanya sensus sekitar 8-6sM [Adv.Marcion.IV.19. Intepreter’s: 9-6sM], dan data lain menyebut adanya sensus di Roma setiap 14 tahun sekali).

Tertulianus juga menyebut bahwa kemungkinan Quirinus memerintah dalam asosiasi dengan Saturninus yang dicatat sejarah sebagai gubernur Siria waktu itu, ada juga yang mengatakan bahwa Lukas keliru menyebut sensus pertama itu sebagai sensus Kirenius tetapi seharusnya Saturninus. Namun ada data lain yang menyebutkan bahwa Quirinus sudah menjadi tokoh penting di Roma dan Asia Kecil sejak 12sM, dan ada tumpang tindih antara waktu pemerintahan Saturninus (9-6sM) dan Quintilus (7sm-4M), maka tidak tertutup kemungkinan bahwa masa transisi antara 7-6sM itu dijabat oleh Quirinus dan dalam catatan Lateran namanya tidak disebut jelas mungkin karena hanya sebagai pejabat sementara gubernur Siria tahun itu (Archer, Ensyclopedia of Bible Difficculties, h.365-366).

Kaisar Agustus menghadapi negara yang rusak akibat kediktatoran Julius Caesar yang digantikannya, ia lalu menata administrasi negaranya termasuk sistem perpajakan dan meluaskan negara jajahan Romawi, dan sekalipun ia memberi otonomi kepada negara-negara jajahannya yang kemudian disebutnya propinsi, dalam hal tertentu termasuk sensus masih dilakukan sentralisasi (Merril S. Tenney, Survey Perjanjian Baru, h.6). Lalu bagaimana dengan kesimpulan Crossan tentang tidak lazimnya sensus dilakukan di tempat asal atau kelahiran? Interpreter’s Dictionary menyebutkan bahwa: “evidence exists that a return to one’s native residence for purpose of tax enrollment was required in a limited area (Pap.London 904, vol.III,p.124).

Dari data-data di atas kita dapat melihat bahwa sekalipun Alkitab tidak khusus ditulis sebagai buku sejarah sesuai kriteria catatan sejarah masakini, di balik keterbatasannya, data-datanya menunjukkan kejadian-kejadian sejarah yang sejalan dengan para penulis sejarah di zamannya seperti karya Josephus yang bisa saling melengkapi, dan bisa menjadi sumber sejarah zamannya. Karena itu kita boleh bersyukur bahwa Alkitab tetap terbuka untuk diandalkan, namun dengan catatan bahwa kita harus tetap terbuka akan penyelidikan kritik teks, dan tidak lari mengunci diri baik ke dalam kutub fundamentalisme penafsiran yang harfiah maupun kutub ‘rasionalisme,’ yang beranggapan bahwa semua produk sejarah seperti karya Josephus itu pasti benar dan sejarah Alkitab itu dongeng.

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #12 on: December 25, 2007, 11:29:59 AM »
________________________________________
NATAL DAN BINTANG BETLEHEM


Berita Natal tidak dapat dilepaskan dari kota Betlehem dan kota itu tidak bisa dilepaskan dari bintang Betlehem, sebuah bintang yang menunjukkan lokasi kota itu yang diaku oleh orang Majus sebagai petunjuk jalan. Data mengenai bintang ini dicatat Matius sebagai berikut:

“. . . Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” . . . Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. . . . Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:1-10).

Bintang apakah itu? Dan apakah astronomi memberi petunjuk mengenai keberadaan bintang itu? Mereka yang skeptik akan langsung mengatakan bahwa cerita bintang itu dongeng tahyul astrologi yang harus dilupakan karena kalau benar ada bintang istimewa, tentu akan dicatat oleh Josephus, ahli sejarah yang banyak catatannya mengenai kurun waktu itu. Sebaliknya, orang yang terbuka akan meneliti kemungkinan kebenaran keberadaan bintang itu. Setidaknya ada empat kemungkinan diusulkan orang mengenai bintang itu, yaitu bintang itu menunjuk pada supernova, konyungsi planet, meteor, atau komit.

Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan enerji sampai akhirnya meredup. Kelihatannya supernova tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan menunjuk arah.

Konyungsi planet adalah situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus dimana bintang itu ditengarai bergerak.

Apakah mungkin bintang itu sebuah meteor? Meteor adalah benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara. Pada umumnya meteor (bintang jatuh) kecil dan jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang melihatnya dalam waktu lama dan berhenti di atas Betlehem.

Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk ellips, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) sehingga seakan-akan petunjuk arah. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu.

Dari keempat kemungkinan di atas, kemungkinan terbesar komitlah yang dilihat orang Majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Lalu mengapa komit musibah tahyul astrologi yang dicatat Injil? Peristiwa dimana ahli astrologi Majus dicatat Alkitab justru merupakan jawaban antithesa atas kepercayaan astrologi yang bersifat tahyul, bahwa kalau tahyul menganggap komit selalu menjadi pertanda datangnya musibah kematian atau bencana, Tuhan mematahkan pendapat umum demikian dan menjadikannya tanda kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera dibumi.

Kemungkinan besar bintang itu komet juga bisa dilihat dalam Alkitab, karena Matius 2:1-10 menyebut bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari. ‘Bintang Betlehem’ disebut dilihat di Timur atau di sebelah Timur yang melihat. Sebenarnya ayat itu menunjukkan bahwa ketika orang Majus itu pertama melihat munculnya bintang itu di sebelah Timur, mereka tergerak untuk mengikuti arah bintang itu yang mengarah ke arah Barat. Dalam perjalanan posisi bintang itu lebih cepat dari perjalanan mereka, namun pada saat mereka berada di Betlehem, komit itu posisinya tepat berada di atas sehingga dianggap sebagai tanda lokasi, dan ketepatan lokasi itu sesuai nubuatan Mikha (Mat.2:6). Lalu, komit apakah itu?

Pada tahun 1705, Edmond Halley menyebut bahwa komit yang kelihatan di tahun 1682 adalah komit yang kelihatan pada tahun 1531 dan 1607 dan diperkirakan akan kelihatan setiap 76 tahun. Ia meramalkan komit itu akan kembali tahun 1758. Komit itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Karena ketepatan ramalannya komit itu kemudian dinamai komit Halley. Menurut Ensiklopedi Encarta, komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM dan mengikuti tapak elliptik mendekati matahari sampai dibelakang Neptunus. Jarak waktu edarnya ketika mendekati bumi berkisar 75 sampai 79 tahun, dan kemudian terlihat lagi pada tahun 1835 dan 1910, dan terakhir tahun 1986. Menurut Ensiklopedia Britannica, Jarak waktu edar komit Halley berkisar antara 74,4 tahun (1835-1910) dan 79,6 tahun (451-530).

Dengan mengambil tahun 239sM sebagai patokan dan kisaran orbitnya mendekati bumi dari 75 sampai dengan 79 tahun, maka kemungkinannya, sekitar tahun Natal, komit itu akan kelihatan paling cepat pada tahun 14sM (bila tiga penampakkannya kemudian masing-masing 75 tahun) dan paling lambat pada tahun 2sM (bila tiga penampakkannya kemudian masing-masing 79 tahun).

Mengingat bahwa kelahiran Yesus dapat dipastikan pada tahun 4sM atau beberapa tahun sebelumnya, tahun dimana Herodes meninggal, maka kemungkinan kehadiran Komit Halley di atas Betlehem sekitar Natal hari kelahiran Yesus besar. Komit Halley dapat dikata komit terbesar yang dijumpai dari sekitar 2000 komit yang terdeteksi dalam 2500 tahun terakhir, dan andaikan bukan komit Halley, kemungkinan kehadiran komit lain bisa juga terjadi.

Ada juga pertanyaan yang diajukan mengenai “Mengapa Lukas tidak mencatat mengenai bintang itu?” Masalah bahwa yang satu tidak mencatat catatan lainnya tidak berarti bahwa bintang itu tidak ada, sebab baik Markus maupun Yohanes bahkan sama sekali tidak mencatat kelahiran Yesus sekalipun jelas Yesus hadir dibumi di abad pertama dan disebutkan pula dalam catatan sejarah Josephus, jadi tentu ada peristiwa kelahirannya.

Kita tidak bisa memastikan bintang apa yang terlihat di Betlehem, namun dari beberapa data diatas, dapatlah kita mengamini bahwa data Injil sekitar Natal dengan bintang Betlehemnya kemungkinannya besar memang ada dan mungkin bintang itu sebuah komit yang berekor dan bisa menunjuk arah dan komit itu kemungkinannya komit Halley. Dan bila ini benar, bukti kelahiran Yesus tahun 4sM atau beberapa tahun sebelumnya bertambah kuat.

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #13 on: December 25, 2007, 11:30:51 AM »
________________________________________
Natal, Fajar Pengharapan Baru
Oleh: Arie Saptaji

Natal kali ini kita peringati di tengah suasana kelesuan nasional. Sepanjang setahun terakhir bangsa kita tanpa henti dilanda berbagai badai. Badai bencana, badai penyakit, badai korupsi, badai teror, badai melejitnya harga BBM, badai melonjaknya dana tunjangan wakil rakyat dan pejabat, dengan berbagai dampak ikutannya. Apa inspirasi yang masih bisa digali dari peristiwa kelahiran Bayi Kristus di kandang 2000 tahun lalu, di tengah kemuraman ini?

Yesus datang pada waktu dan tempat yang amat suram dalam lembaran sejarah. Palestina saat itu menjadi ajang kekuasaan yang bengis. Segala bentuk penindasan bercokol di sana.

Negeri itu sedang dijajah oleh Romawi. Kekuasaan sipil dipegang oleh Herodes, yang bertanggung jawab atas pembantaian bayi-bayi di Betlehem. Praktik keagamaan dijalankan secara legalistik dan keras. Belum lagi perekonomian yang koyak-moyak: rakyat dibebani pajak dan disedot kekayaannya secara tidak adil, mengakibatkan sebagian besar penduduk menanggung kemiskinan yang parah.

Secara rohani, kondisinya lebih gawat lagi. Berbagai penderitaan yang disebabkan oleh sakit-penyakit dan kerasukan mencecar orang banyak. Tampaknya berlangsung ledakan aktivitas roh jahat sehingga hampir seluruh bangsa tertimpa serangan sampai pada taraf yang mengancam keselamatan nyawa.

Di tengah-tengah kemuraman itulah Kristus hadir, membangkitkan pengharapan bagi dunia yang tengah terpuruk. Ia tidak melakukannya dengan mendirikan partai politik atau memanggul senjata melawan penjajah. Ia memilih langsung turun ke bawah, berjalan berkeliling sambil berbuat baik, menjamah dan menyantuni yang kesrakat, menyembuhkan yang dirasuk roh jahat, sembari mengajarkan kebajikan. Dan akhirnya, Ia mengorbankan nyawa-Nya demi kemaslahatan umat manusia.

Turun ke Jalan

Kondisi mirip meluas di negeri ini. Rakyat tidak dijajah oleh bangsa lain, namun diperah oleh pemimpin bangsa sendiri. Atmosfir pemerintahan kian gerah disesaki oleh para penguasa bermental pengusaha, yang memperdagangkan rakyat sebagai komoditas. Kita berhadapan dengan sosok 'pejabat' yang dekat dengan 'penjahat'. Keduanya, menyitir Remy Sylado, lazim tertawa di atas bencana.

Ajaibnya, terjadi pula ledakan aktivitas "rohani": di TV berjejalan tayangan "gaib" dan mistis, yang justru diprihatinkan cenderung mendangkalkan spiritualitas. Ritual pengusiran roh jahat kini jadi bagian dari infotainment. Sekilas tampak marak, namun spiritualitas permukaan ini sekaligus tumpul sebagai benteng akhlak dan moral melawan budaya korupsi dan terorisme.

Persoalannya, adakah pemimpin yang sudi turun ke jalan, berempati dengan rakyat yang tertindas, bertekad bulat mengentaskan mereka dari keterpurukan? Dalam bunga rampai Tahta untuk Rakyat, ada anekdot menyentuh tentang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang dituturkan oleh S.K. Trimurti.

Seorang bakul beras dari daerah Kaliurang menghentikan jip yang tengah meluncur ke selatan. Untuk pulang-pergi berjualan di Pasar Kranggan, Yogyakarta, ia memang biasa menumpang kendaraan yang lewat. Begitu jip berhenti, ia menyuruh sopir menaikkan karung-karung berasnya. Sesampainya di pasar, sopir pun menurunkan karung-karung itu.

Namun, ketika simbok bakul hendak memberikan uang ongkos menumpang, dengan sopan sopir itu menolak. Bakul ini marah-marah, mengira si sopir menuntut bayaran lebih. Akhirnya, tanpa berkata apa-apa, sopir itu menjalankan jipnya dan terus melaju ke selatan.

Seorang polisi mendekati simbok yang marah-marah itu, bertanya, "Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?"

"Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir yang satu ini agak aneh," jawabnya mengomel.

Polisi itu lalu menjelaskan, "Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." Seketika itu juga simbok bakul itu jatuh pingsan.

Kisah di atas menggugah untuk direnungkan. Rakyat menantikan pemimpin yang punya hati dan kepedulian, bukan yang serba sibuk membangun partai sendiri, namun alpa pada amanat rakyat yang konon diwakilinya. Pemimpin yang sudi turun ke jalan, belusukan menengok kondisi kehidupan kaum papa. Wakil rakyat yang memberi tumpangan, bukan malah menumpangi rakyat. Pemimpin yang rela berkorban dan mengajarkan kebajikan melalui teladan.

Adakah di tengah-tengah kita? Kepedulian yang mewujud dalam kebijakan dan tindakan demi sungguh-sungguh bergerak cepat untuk rakyat, kiranya dapat memancarkan fajar pengharapan baru di tengah kemuraman. Selamat Natal! ***

* Arie Saptaji, penulis Let's Go Into Narnia (Gradien, 2005)

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #14 on: December 25, 2007, 11:31:38 AM »
________________________________________
Renungan Natal: The Last Waltz
Oleh: Mang Ucup

Nama saya Lily, kami tinggal di sebuah kota kecil di Menado. Sejak muda Ibu saya senang sekali menari, oleh sebab itulah ketika hari perkawinannya ayah memohon agar tarian yang terakhir diberikan hanya untuk dia seorang, maka dari itulah lagu pertama pada saat mereka menari adalah „The Last Waltz“ dari Engelbert Humperdinck, dan rupanya ini benar-benar menjadi kenyataan, karena beberapa bulan kemudian pada saat ibu melahirkan saya, ibu meninggal dunia.

Daddy – begitulah panggilan saya terhadap ayah. Karena kasihnya kepada ibu, Daddy tidak pernah mau menikah lagi. Saya dibesarkan hanya oleh Daddy dan nenek saya, dan setiap malam Natal sudah merupakan tradisi bagi Daddy untuk selalu mengalunkan lagu kesayangannya “The Last Waltz”, sambil mengingat ibu. Ketika saya berusia lima tahun, Daddy mengajar saya menari waltz.

Sejak saat itu, setiap malam Natal, kami menari waltz berdua. Pada hari ulang tahun saya yang kedua belas, yang bertepatan dengan malam tahun baru, Daddy memberikan kepada saya hadiah berupa long dress warna merah, dan kami berdua menari waltz bersama.

Pada saat tersebut, saya benar-benar merasa seperti juga Sang Putri dalam kisah Cinderella yang sedang menari dengan Sang Pangeran. Daddy mengasihi saya sehingga hampir semua permohonan saya selalu dikabulkan olehnya, ia benar-benar mengabdikan hidupnya hanya untuk saya seorang.

Seharian Daddy harus bekerja di kantor, jadi satu-satunya yang membimbing saya di rumah adalah Nenek, hal ini mengakibatkan saya terlibat pergaulan bebas, dan akhirnya mulai ketagihan narkoba. Hampir setiap hari saya pulang ke rumah setelah jauh malam.

Walaupun demikian Daddy selalu menunggu kedatangan saya dengan sabar, ia baru bisa tidur setelah saya berada di rumah kembali. Bahkan pada malam Natal yang terakhirpun, saya lebih senang merayakannya di diskotik bersama dengan anak-anak muda lainnya daripada bersama dengan Daddy, di situlah untuk pertama kalinya saya melihat Daddy mengeluarkan air mata.

Karena kebutuhan saya akan narkoba semakin meningkat, maka akhirnya saya mencuri uang tabungan yang seyogianya untuk masa tuanya Daddy, dan melarikan diri ke Jakarta dengan harapan di sana saya bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa hidup mandiri.

Pada hari-hari pertama saya tinggal numpang di rumah Om saya, dan ternyata mencari pekerjaan di Jakarta itu tidaklah mudah, sehingga akhirnya saya terpaksa melamar bekerja di Klab Malam “Blue Ocean” sebagai pramuria. Kalau dahulu saya menari dengan Daddy, di sana saya terpaksa harus menari dengan pria yang sebaya dengan Daddy, bahkan tidak jarang di mana akhirnya saya bersedia untuk menemani mereka tidur di hotel.

Setelah satu bulan saya berada di Jakarta, saya menerima surat dari Daddy yang di alamatkan ke tempat kost saya, rupanya Daddy mengetahui alamat kost saya dari Om. Dalam seminggu saya menerima tiga surat bahkan terkadang lebih, tetapi tidak satu surat pun yang pernah saya balas, boro-boro dibalas, dibukapun tidak. Masalahnya saya merasa malu dan tidak berani membaca surat dari Daddy, saya merasa berdosa terhadap Daddy, bahkan saya merasa jijik terhadap diri saya sendiri.

Sudah lebih dari satu tahun saya di Jakarta, tumpukan surat yang dikumpulkan sudah ada beberapa dus. Semuanya ini saya simpan dengan rapi, hanya sayangnya ini hanya sekedar pajangan saja bagi saya, karena saya tidak berani dan mau membukanya. Saya tidak ingin mengetahui bahwa gadis kesayangannya Daddy, gadis yang sedemikian ia banggakannya, telah menjadi seorang pramuria, seorang prostitusi, bahkan sudah menjadi pencandu berat narkoba.

Beberapa hari sebelum Natal, saya menerima surat lagi yang ditulis dengan tulisan tangan yang sama, dan bentuk sampul yang sama, tetapi kali ini tidak dikirim melalui pos maupun ke alamat kost saya, melainkan dikirim dan dititipkan secara langsung ke klab malam tempat di mana saya bekerja. Dan ketika saya menanyakan siapa yang menitipkan surat tersebut, ternyata dari gambaran yang diberikan adalah Daddy sendiri yang telah khusus datang ke Jakarta untuk mengantarkan surat tersebut.

Ini kali saya sudah tidak tahan lagi untuk membukanya, dengan air mata yang turun berlinang saya baca surat tersebut, yang isinya sebagai berikut: “Lily my dearest beloved princess, Daddy sudah sejak lama tahu di mana kamu bekerja, permohonan Daddy hanya satu saja: “Maukah kamu pulang kembali ke rumah untuk menari bersama dengan Daddy?”

Setelah membaca surat tersebut, saya langsung pulang ke tempat kost untuk membaca ratusan surat-surat lainnya yang belum saya buka, ternyata semua surat isinya sama, di mana hanya tertulis satu pertanyaan saja yang ditulis dengan tangan: “Maukah Lily menari kembali bersama dengan Daddy?”

Hari itu juga saya langsung mengambil keputusan untuk pulang ke rumah. Karena menjelang Natal, maka hampir semua pesawat fully book, sehingga terpaksa saya membeli tiket dengan harga yang berkali lipat lebih tinggi, hanya dengan satu harapan saja agar saya bisa tiba di rumah sebelum malam Natal nanti.

Setibanya saya dirumah, saya langsung dipeluk dengan erat oleh Daddy, air matanya turun berlinang dengan deras membasahi kepala saya. Dengan suara terisak-isak Daddy bertanya sekali lagi: “Maukah Lily menari kembali bersama dgn Daddy ?” Saya mengangguk sambil menjawab: “YA, tapi apakah Daddy tahu, bahwa Lily yang sekarang ini bukanlah princess Daddy yang dahulu lagi ? Saya adalah seorang prostitusi yang kotor, bahkan yang telah mengidap penyakit AIDS, apakah Daddy tidak malu menerima saya kembali, apakah Daddy tidak takut ketularan penyakit saya ?”

Daddy tidak berkata sepatah katapun juga, ia hanya pergi memutar lagu kesayangannya “My Last Waltz”, dan memeluk saya dgn penuh kasih untuk mengajak saya menari seperti pada hari-hari Natal sebelumnya , hanya ini kali selainnya diiringi oleh irama lagu, juga oleh tetesan air mata yang turun berderai.

Tanpa saya ketahui, sejak Daddy ditinggal oleh saya, ia sering begadang menunggu dan mengharapkan kedatangan saya kembali, di samping itu karena rasa duka yang sedemikian mendalamnya, sehingga akhirnya ia jatuh sakit kanker, dua minggu setelah Natal Daddy menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Rupanya ia mengetahui bahwa bahwa hari-hari terakhirnya telah mendekati, oleh sebab itulah ia telah memaksakan diri, walaupun dalam keadaan sakit sekalipun juga khusus untuk mengantarkan surat bagi saya ke Jakarta, hanya untuk mewujudkan keinginannya yang terakhir dimana ia bisa mendapatkan kesempatan sekali lagi menari dengan putri kesayangannya. Masih terngiang-ngiang dikuping saya lirik dari lagu kesayangannya “The Last Waltz”

.....

A little girl alone and so shy
I had the last waltz with you
Two lonely people together
I fell in love with you
The last waltz should last forever
But the love we had was goin' strong


Menjelang Natal ini, banyak sekali orang tua yang mengharapkan dan menunggu kedatangan dari anak-anaknya. Bagaimanapun keadaan dan situasi Anda pada saat sekarang ini, orang tua kita bisa menerima kita apa adanya, dengan segala kelemahan maupun kelebihan kita, terlebih lagi mereka tidak mau mengingat kesalahan-kesalahan kita di masa lampau, yang mereka inginkan hanya satu saja ialah dapat melihat dan memeluk putera dan puterinya kembali. Berapa lama lagi Anda akan menyuruh mereka menunggu ? Datang dan kembalilah sebelumnya terlambat ! Kalau keadaan tidak memungkinkan, telponlah mereka sambil mengatakan:

I love you Mom & Dad
Merry Christmas

Renungkanlah: Apabila kita manusia yang penuh dosa bisa mengasihi sedemikian rupa, betapa lebih besar kasih Allah, sang Bapa yang tanpa dosa dan yang tidak pernah memikirkan diri sendiri, mengasihi kita ? (Matius 7:11)

Ya, Bayi Suci di Betlehem,
belailah kami dengan tangan-Mu yang mungil,
peluklah kami dengan lengan-Mu yang kecil, tembuslah hati kami dengan tangis-Mu yang lembut dan manis.
Datanglah kepada kami, tinggallah bersama kami,
Ya Tuhan Emmanuel
Amin

PS: Apabila Anda merasa senang membaca artikel ini dan ingin men-fwd kepada sobat-sobat lainnya, dalam hal ini mang Ucup memiliki versi dimana artikel tersebut diatas ini, telah dibubuhi dengan background gambar yang bagus maupun alunan musiknya, bagi mereka yang tertarik silahkan hubungi mang Ucup per japri


Maranatha

Mang Ucup


Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #15 on: December 25, 2007, 11:32:43 AM »
________________________________________
Damai, Cita, dan Sukacita

Hari Natal datang lagi. Hari untuk memperingati kelahiran Kristus, walau tentu saja Kristus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember, tetapi ini adalah suatu tradisi untuk memilih hari itu memperingati suatu momen yang sangat bermakna dalam hidup manusia.

Di bawah gemerlapnya lintasan pita-pita hiasan Natal di sepanjang Orchard, dan gemuruhnya teriakan para pedagang mengkomersialkan Natal, marilah kita berhenti sejenak dan bertualang ke masa lalu bersama para saksi-saksi Natal pada jaman itu:

1. Gembala di Padang – bukan di Orchard, bukan di Bait Allah (Lukas 2:8-20)
Pada saat itu para gembala adalah orang-orang sederhana yang bergumul dalam keseharian hidup. Israel sedang dijajah Romawi saat itu, dan kehidupan tentu sukar bagi mereka. Dari status ekonomi, mereka hidup dari hari ke hari, dari status keagamaan mereka bukan orang-orang yang “religius” terhormat di mata manusia seperti orang-orang Farisi.

Allah memilih mereka dan mengutus malaikat-malaikat untuk menyanyikan paduan suara termegah – yang jauh lebih megah daripada Christmas at Orchard – yang menyanyikan: “ Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.”

Ada apa di balik pesan itu:
- Siapapun kita, walau kita sederhana di mata manusia, Allah berkenan menyatakan kemuliaanNya dalam hidup kita. Allah tidak mengutus malaikatNya datang ke Bait Allah kepada orang-orang Farisi yang merasa “sok rohani”. Allah memilih orang-orang yang rendah hati.

- Damai sejahtera dijanjikan. Walaupun di tengah kesesakan akibat penindasan orang Romawi, Allah menjanjikan damai buat mereka. Saat ini kita hidup di tengah ketidakpastian. US dollar yang perkasa digoyang-goyang, bom meledak di mana-mana, pemimpin dunia silih berganti, perusahaan sering memecat orang. Tapi satu hal abadi, damai sejahtera Allah.

2. Penantian yang Setia dan penuh cita – Simeon dan Hana (Lukas 2:21-40)
Ketika Yesus berumur 8 hari, Dia dibawa untuk disunatkan ke Yerusalem. Di sana ada yang bernama Simeon dan Hana yang telah berharap untuk melihat Mesias dan Tuhah menggenapi pengharapan mereka sampai-sampai Simeon berseru, “Sekarang, Tuhan biarkanlah hambamu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan FirmanMu..”

Dapat Saudara bayangkan betapa hebatnya pengharapan Simeon sampai-sampai menanti sampai akhir hidupnya..Simeon menanti dengan setia karena tahu cinta Allah bisa dicita (diharap) dan citaNya (harapNya) bisa dicinta.

Demikian juga dengan cerita orang Majus (yang sebetulnya tidak tertulis kalau jumlahnya ada tiga). Mereka menanti-nantikan seorang Raja, dan pengharapan mereka begitu besar sehingga mereka melangkah dan mengembara ke tanah asing, sampai pengharapan mereka digenapi, betapa bersuka cita mereka menemukan sang Raja di palungan.

Ada apa di balik pesan itu:
Lihat kepada Yesus, Dia adalah tetap jawaban dari segala pengharapan kita.


3. Ketaatan membawa sukacita – Maria
Pada saat Maria didatangi Gabriel, Maria taat dan mengambil keputusan yang membahayakan jiwanya. Saat itu menurut tradisi Yahudi, Maria bisa dirajam oleh batu hidup-hidup karena hamil sebelum menikah (baru bertunangan). Tapi Maria mengambil segala resiko untuk taat dan cinta kepada AllahNya. Karena dia tahu Allah juga telah mengambil resiko terbesar dalam cintaNya telah turun dan menyelamatkan manusia (Lukas 1:54-55) dan dia percaya berkat Allah baginya sehingga dia akan disebut yang paling berbahagia (Lukas 1:48)

Ada apa di balik pesan itu:
Ketaatan membawa sukacita terbesar.

Penutup
Natal ini membawa damai, pengharapan dan sukacita. Marilah kita buat Natal ini sesuatu yang baru dalam sejarah hidup kita, seperti Dia mengulurkan tangan dan berkata, “Look, I am standing at the beginning with you….”

*****

Singapore, Desember 2004
Henry Sujaya Lie


Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #16 on: December 25, 2007, 11:33:20 AM »
________________________________________
Datang dan Pergi
Oleh Ang Tek Khun

banyak natal
telah datang
dalam hidupku
dan pergi bergegas
tanpa bekas
tak meninggalkan
apa-apa

ada pula natal
yang singgah
dan menyusup
hangat dan dalam
menggetarkan
tak henti-henti
mengubahkan hati

natal bagaimana
yang tiba kali ini?

karena natal
yang menghampiri
tak pernah sama
aku pun berjaga
dengan hati siaga
tak membiarkannya
hanya mengetuk
di depan pintu
dan mendapati
kesenyapan

(c) Ang Tek Khun
Natal 2003
dengan simpati bagi siapa pun
yang tak (sempat) mengalami natal
pada tahun ini...

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #17 on: December 25, 2007, 11:34:33 AM »
________________________________________
Natal yang (Selalu) Berkesan


Suatu sore yang cerah, sepasang kakek dan nenek duduk-duduk di beranda rumah mereka. Sang kakek sedang asyik menikmati kopi buatan nenek sambil sesekali tersenyum simpul menyaksikan kenakalan cucu-cucunya yang tengah berkejaran di taman. Sedang si nenek sibuk menyelesaikan sulamannya. Tiba-tiba sang nenek berhenti menyulam dan memanggil suaminya dengan mesra, “Pa…”. Namun, sang kakek menyambut panggilan itu dengan dingin, “hem…” demikian ia bergumam dan matanya masih tetap tertuju ke taman. Tapi sekali lagi panggilan mesra itu meluncur keluar dari mulut nenek. Dan sang kakek memberikan sambutan yang sama seperti sebelumnya. Namun nenek itu rupanya pantang menyerah. Sekali lagi ia memanggil suami yang telah dinikahinya puluhan tahun dengan panggilan mesra itu.

Akhirnya, suaminya terusik juga. Sambil menoleh kepada sang istri ia berkata “Ada apa sih kamu, tumben-tumbenan pake acara mesra-mesra-an segala?”. Lalu sang istri berkata, “Pa… aku cinta padamu.” Sontak sang kakek terperanjat mendengar perkataan itu. “Ma, kamu ini ada apa sih hari ini? Bikin papa bingung saja! Nggak usah lah ngomong begitu, kan malu kalau didengar cucu-cucu.” Tapi teguran itu tidak membuat sang nenek surut, tapi ia malah semakin bersemangat mengulang kalimat yang sama. “Pa… aku cinta kamu.” “Mama ini memang ada-ada saja, kata kakek ketus, sudah setua ini masih ngomong-ngomong cinta-cintaan segala, bosan Ma, bosan!”

Natal adalah ekspresi cinta Allah kepada kita. Karena hanya kasih yang telah memotivasi Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Setelah sekian (Anda ganti sendiri sesuai dengan berapa kali Anda telah merayakan natal) kali kita merayakan natal, bagaimanakah respon kita? Apakah kita menyambutnya seperti sang kakek menyambut sapaan kasih istrinya? Apakah kita merasakan bahwa natal itu biasa-biasa saja bagi kita? Apakah kita cenderung menjadi bosan dengan perayaan-perayaan natal, sehingga keluar dari mulut (atau pikiran) kita perkataan, “natal lagi, natal lagi, bosan ah”? Atau sebaliknya, apakah setiap kali kita merayakan natal, kita mendapati bahwa natal membawa kesan yang mendalam, karena melalui natal Allah berkata kepada kita dengan lembut, “Aku mengasihi kamu”?

Pancha Wiguna Yahya

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #18 on: December 25, 2007, 11:35:36 AM »
________________________________________
Hasil Percakapan Goa dan Matahari

Belum lama ini, saya membaca beberapa buku tentang dongeng anak-anak. Dalam sebuah buku disebutkan demikian. Suatu hari terjadi percakapan saling menyombongkan diri di antara Goa dan Matahari. Goa berkata: "akulah sumber kegelapan. Barangsiapa yang mendekat kepadaku pasti akan mengalami kegelapan yang luar biasa. Tidak ada alasan baginya untuk lepas dariku. Pasti tidak ada yang mampu mengalahkan aku di dalam dunia ini. Akulah raja di atas segala raja, yakni raja kegelapan. Karena itu, jika seseorang berani mencoba masuk, pasti akan tersesat di dalamku."

Selesai mengatakan demikian. Sekaranglah giliran matahari menyatakan siapa dirinya yang sesungguhnya. "Akulah sumber terang, tegas matahari meyakinkan. Barangsiapa yang mendekat kepadaku pasti akan mengalami terang. Tidak ada yang mampu mengalahkan terangku."

Mendengar pernyataan tersebut, goa ternyata tidak mau kalah dan sangat keberatan menerima pernyataan yang disampaikan matahari tersebut. Karena itulah mereka memutuskan untuk saling mengundang dan adu kekuatan.

Kali ini, yang pertama mendapat undangan adalah goa. Dalam undangan istimewa ini, matahari diundang datang ke tempatnya. Dengan senang hati, goa menerima tawaran ini. Tidak lama menunggu, goapun mulai beraksi dan langsung terbang menuju ke matahari. Ketika terbang, semakin dekat dengan matahari semakin teranglah goa yang tadinya gelap gulita. Bahkan, ketika tiba di tempat matahari, goa yang tadinya begitu gelap, berubah menjadi terang benderang. Gelap yang tadinya pekat, berubah menjadi terang yang sungguh luar biasa.

Setelah kejadian itu, goa yang tadinya mengaku sumber kegelapan protes luar biasa. Pikirnya, mungkin karena sayalah yang ke matahari. Coba jika dia yang datang ke tempatku, gelapku 'kan tidak mungkin lenyap.

Karena itu, untuk langkah berikutnya, sekarang gilirannya goa mengundang matahari datang ke bumi. Undangan itupun diterima dengan senang hati. Mataharipun langsung meluncur dari tempat yang tinggi dan menuju ke tempat dimana goa berada.

Begitu sampai di bumi, matahari langsung ke tempat goa. Begitu sampai di tempat tersebut, goa yang tadinya gelap gulita, berubah menjadi terang benderang.

Saudara, cerita di atas menjadi sumber inspirasi bagi kita: 'di mana ada terang, di situ kegelapan lenyap'. Terang sekecil apapun dapat mengusir kegelapan yang paling pekat.

Siapakah terang yang sebenarnya? Yesus berkata : 'AKULAH TERANG DUNIA'. Sumber terang yang sesungguhnya adalah Yesus Kristus. Barangsiapa yang dengan rendah hati datang kepada-Nya, kegelapan hatinya akibat dosa diterangi oleh kasih abadi. Kasih yang kekal, kasih yang sempurna. Itulah kasih Allah yang menjelma menjadi manusia melalui peristiwa NATAL.

Dari : Manati I. Zega.

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #19 on: December 25, 2007, 11:36:19 AM »
________________________________________
Cerita Seorang Sarah


Pada pertengahan Desember yang dingin dan berangin, Sarah berjalan dengan agak tergesa-gesa menuju ke penampungan umum, sebuah tempat dimana dia dan 2 orang anaknya yang kecil menyebutnya sebagai rumah selama tiga bulan terakhir. Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya.
Selama lima hari terakhir, Sarah sangat beruntung dapat menemukan pekerjaan. Meski bukan pekerjaan yang memberikan uang cukup baginya. Tetapi dia merasa senang karena dia dapat bekerja. Jaman sekarang adalah tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap dan gaji yang besar, hanya dengan bermodalkan ijazah SMA.

Bahkan hal itu akan semakin sulit jika anda adalah seorang wanita dan seorang ibu tunggal serta tidak mempunyai alamat tetap. Sarah bekerja paruh waktu sebagai pencuci piring di sebuah ‘cafĂ©’. Dan itu juga bukan pekerjaan yang tetap. Karena Sarah menggantikan tempat seorang pegawai yang sedang sakit. Dan hari ini merupakan hari yang terakhir untuk Sarah bekerja menggantikan orang tersebut. Tetapi selama lima hari ini Sarah dapat memberi kedua anaknya makanan yang hangat dan cukup. Dan untuk sekarang, hal itu lebih dari apa yang dia inginkan.

Sarah berjalan menuju ke penampungan umum itu, kedua anaknya sedang menunggunya dengan perut yang kosong, dia memperhatikan keadaan sekitarnya banyak orang yang berlalu lalang tidak seperti biasanya. Hari Natal akan tiba sebentar lagi.

Jalanan penuh sesak dengan orang-orang yang keluar masuk dari toko satu ke toko lainnya berbelanja untuk hari Natal. Sarah teringat bahwa dua tahun yang lalu, seperti waktu ini, dia juga sangat sibuk berbelanja untuk Natal.

Sarah dan suaminya berpergian bersama beberapa hari untuk mencari hadiah yang tepat bagi anak-anaknya. Semua tampaknya berjalan dengan baik. Sarah menjaga kedua orang anaknya dan rumah, sementara suaminya sibuk bekerja memperbesar usahanya. Uang mengalir begitu mudahnya waktu itu.

Anak-anak suka dengan hadiah yang mereka terima. Mereka berempat merayakan kebaktian Natal di gereja. Dan menyalami banyak orang yang bersama-sama memperingati kelahiran sang Juruselamat yang menjelma menjadi seorang bayi Yesus.

Tepat pada malam Tahun Baru, ketika Sarah dan suaminya pulang mengendarai mobil dari sebuah pesta, di sebuah perempatan jalan ... tiba-tiba ... sebuah mobil ‘sport’ menabrak samping mobil mereka tepat pada bagian pengemudi ... di mana suami Sarah menyetir.

Sarah mengalami luka-luka kecil, tetapi suaminya mengalami pendarahan otak yang hebat. Dan ... suaminya ... tidak pernah bangun kembali ... Sarah tidak pernah dapat melupakan siang hari yang dingin itu ... ketika mereka meletakkan tubuh suaminya ... di liang kubur ....

Beberapa bulan kemudian, usaha suaminya ditutup, rumah mereka disita oleh bank. Dalam duabelas bulan, mobil mereka dan alat-alat perabot mereka terjual. Dan tiga bulan yang lalu, Sarah dan kedua anaknya diusir dari apartemen mereka. Lima bulan sewa tak terbayar. Semenjak itu mereka tinggal di penampungan umum.

Sarah tetap berjalan, dan dia berhenti pada depan sebuah toko perabot rumah. Di dalam toko tampak sebuah televisi besar, seperti yang pernah dipunyainya dulu, menyiarkan sebuah acara mencari dana untuk hari Natal. Dengan menampilkan banyak artis-artis terkenal. Seorang pengusaha terkenal maju ke depan dan memberikan sebuah ‘cheque’ dengan tertulis 5 juta dollar kepada panitia. Dan seketika penonton bangkit berdiri dan memberikan tepuk tangan yang panjang. Satu demi satu, pengusaha, bintang film, penyanyi, politikus maju kedepan dan menyumbangkan uang yang besar jumlahnya ... seperti mereka hendak berlomba siapa yang terbanyak. Penonton pun semakin ramai bertepuk tangan.

Seorang penyanyi mendorong penonton untuk ikut menyumbangkan uang mereka. Lalu penyanyi itu menyanyikan sebuah lagu Natal sampai mengeluarkan air mata. Dengan tak sadar dari mata Sarah keluar air mata pula. Dia teringat ketika dia masih mampu menolong para tetangga yang sedang kekurangan. Tetapi sekarang ... dia tidak mampu lagi.

Dia tidak tahan untuk menonton lebih lama lagi, dan dengan cepat dia berlalu dari depan toko itu. Dibukanya dompetnya terlihat uang dua puluh dollar, hasil kerjanya siang hari ini. Tidak banyak. Tetapi paling tidak hal itu cukup untuk mengenyangkan dia dan anaknya malam ini.

Ketika Sarah mendekati toko makanan dan hendak masuk ke dalamnya, dia memperhatikan di samping pintu masuk toko, dua anak lelaki kecil, mungkin berumur 10 dan 13 tahun, yang sedang duduk di atas trotoar yang dingin, dengan saling berpelukan.

Tubuh mereka terbungkus dengan selimut tua yang kotor. Tetapi selimut itu tidak dapat menutup semua tubuh mereka. Kaki mereka tampak memakai sepatu olahraga yang tidak sepasang. Anak lekaki yang lebih kecil sepatunya berlubang sehingga kelihatan jempol kakinya.

Rambut mereka kotor dan berminyak. Wajah dan kulit mereka tampak sekali kedinginan dalam keadaan yang beku seperti itu. Dan di depan mereka tampak sebuah kaleng kosong. Banyak orang yang keluar masuk dari toko makanan itu tetapi tidak banyak yang memperhatikan kedua orang anak lekaki itu.

Sarah mendekati mereka. Anak lelaki yang lebih besar mendongakkan kepalanya dengan pandangan mata yang sayu. Secara otomatis tangan Sarah membuka dompetnya dan memegang uang 20 dollar miliknya. Sarah termenung sejenak dan berpikir kedua anaknya sedang menunggunya pulang untuk membawa makanan yang hangat malam ini.

Duapuluh dollar tidaklah banyak. Tetapi dengan uang sebesar itu cukup berarti bagi Sarah saat ini. Dan itulah uang hanya dia punya.

Anak lelaki yang besar memeluk adiknya yang kedinginan lebih erat lagi. Kemudian tanpa ragu lagi, Sarah mengambil uang 20 dollar miliknya, dan memasukkan ke dalam kaleng kosong itu. Dan dengan cepat dia berbalik kembali ke penampungan umum tanpa menoleh sekalipun ke arah toko makanan itu.

Dari belakang, Sarah dapat mendengar suara anak lelaki yang lebih besar, membangunkan adiknya “Lihat ... uang ...!” Dan Sarah tetap berjalan menjauh, dengan desiran angin, dia dapat mendengar perkataan anak lelaki yang besar, “Terima kasih ...”

Maka malaikat pun bersorak dan Tuhan tersenyum dari surga.

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." Lukas 21:1-4

(Seperti yang diceritakan seorang Sarah kepadaku)

Vancouver, 25 Desember 2003

Peter

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #20 on: December 25, 2007, 11:37:04 AM »
________________________________________
Kematian dan Hari Natal


Anak muda yang bernama Ricky ini berasal dari kalangan yang berada. Rumahnya di kawasan perumahan elit di Jakarta Utara. Sebagaimana "kebiasaan" komunitas masyarakat di situ yang adalah para pebisnis, para orang tua akan sangat bangga bila anak-anaknya bisa disekolahkan ke luar negeri. Nah…demikian halnya dengan Ricky. Anak lelaki tertua ini baru saja tamat SMU dan orang tuanya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk dapat melanjutkan kuliahnya di Amerika. Dan terwujudalah itu. Dengan tanpa halangan berarti tibalah Ricky di Amerika dan melanjutlah kuliahnya di negeri Paman Sam itu.

Sekian tahun berlalu. Orang tua Ricky semakin sibuk dan semakin sukses bisnisnya dan mereka semakin kaya. Dan tentu saja komunikasi dengan anaknya di Amerika lama kelamaan makin berkurang. Mereka percaya saja pada perjuangan-bersih dan tulus dari anaknya di sana. Nah…karena "percaya saja" itu maka benar-benar tidak mereka ketahui bahwa Ricky telah terseret ke pergaulan bebas sebebasnya di negara demokrasi dan super power itu. Tentu saja Ricky pandai ber-acting bila orang tuanya menghubungi via telepon. Bahkan dengan gaya meyakinkan ia siap pulang ke Indonesia untuk merayakan Natal pada tahun "kelulusannya" yang tepat waktu. Arti "tepat waktu" di sini adalah dia lulus sesuai dengan hitungan matematis kelulusan dan sesuai dengan target dan harapan orang tuanya. Hm….bagi seorang Ricky yang banyak uang tidaklah susah membeli ijazah "aspal" dari sebuah kampus "aspal" di Amerika itu. Nah, orang tuanya yang tahu ia akan pulang dan membawa gelar tentu saja senang gilang gemilang. Mereka bersiap menyambut sang putra kesayangannya itu!

Betapa kaget orang tua Ricky ketika semua media massa di Jakarta memberitakan jatuhnya sebuah pesawat penumpang ke laut setelah beberapa menit lepas landas dari sebuah bandara di Amerika. Mengapa kaget? Karena pesawat terbang itu adalah pesawat yang dinaiki anak kesayangannya -Ricky---untuk pulang ke Indonesia. Lebih kaget lagi ketika diberitahu semua penumpang tewas, sekalipun jasad para penumpang itu tetap terikat sabuk pengaman sehingga mudah diidentifikasi. Yah…apa mau dikata. Orang tua Ricky berada dalam duka yang sangat dalam dan penyesalan yang luar biasa! Mereka yang selama ini super sibuk…koq ya sempat-sempatnya berseru dan berdoa pada Tuhan!

Roh dan jiwa yang selama ini mendiami tubuh-daging Ricky tiba-tiba berada di sebuah tempat sunyi gelap tanpa batas. Jiwa Ricky merasa kesunyian dan ketakutan yang luar biasa. Dan benar! Tiba-tiba muncul sebuah makhluk tinggi hitam dengan pakaian hitam menakutkan dan wajah tengkorak yang sangat ganas dan bau! Jiwa Ricky ketakutan luar biasa, Makhluk bau-seram-mengerikan itu menari-nari karena telah berhasil menjerat roh-jiwa Ricky yang selama ini sangat taat melakukan perbuatan mabuk-mabukan, madat, sex bebas dan lain-lain selama ia kuliah di luar negeri. Dan sekarang roh jiwa Ricky siap dibawa ke tempat yang lebih seraaaaammm dan mengeriiiiikannnn sekali! Tapi ya koq aneh, tidak biasa-biasanya, kali ini Ricky menjerit luar biasa ketakutan dan memanggil-manggil nama Yesus, Tuhannya yang telah lama ditinggalkannya! Terjadilah pergumulan batin, terjadilah perang rohani! Dan ajaib! Tiba-tiba terdengar suara bayi dalam gendongan seorang malaikat putih bersinar. Ricky berdialog dengan malaikat itu, dan ia rasakan kesejukan dan damai sejahtera luar biasa. Ricky minta ampun dan sangat menyesal dan mohon diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya dalam kehidupan baru di dunia. Dan…Bayi Yesus ---yang sangat mengasihi umat-Nya---melalui suara malaikat itu ternyata memberikan kesempatan sekali lagi kepada Ricky untuk melanjutkan hidup di dunia dengan "baju baru".

Dan tiba-tiba tim medis yang sedang memeriksa puluhan jenazah di ruang medis itu terkejut sekali, karena tubuh Ricky tiba-tiba bergerak-gerak….dan bangkit dari tidurnya….ia hidup kembali!! Berita itu tentu saja tersebar sampai ke Indonesia yang didengar orang tuanya dengan penuh sukacita, penuh pengucapan syukur pada Tuhan! Ajaib! Mujizat! Maka mereka bersiap menjemput Ricky di bandara Soekarno-Hatta, serta akan mengadakan kebaktian pengucapan syukur yang masih dalam suasana Natal.

Berapa banyak di antara Anda pernah mengalami mujizat Tuhan? Bersyukurlah keluarga Ricky yang tiba-tiba jadi dekat dengan Tuhan karena mengalami tegoran dari Tuhan. Namun….maaf beribu maaf….kisah si Ricky di atas itu adalah garis besar cerita drama Natal berjudul PULANG yang saya buat dan sutradarai beberapa tahun silam. Dan sudah dipentaskan sebanyak 3X masing-masing di SMU, SMP, dan Persekutuan Doa Remaja -semuanya di Jakarta.

Saya hanya bermaksud bertanya apakah untuk menghadirkan Natal (kehadiran Yesus) setiap hari di hati kita harus melalui tegoran Tuhan terlebih dulu dalam bentuk kematian seperti yang dialami Ricky? Memang betul TuhanYesus datang ke dunia untuk melepaskan belenggu kematian kekal dari umat manusia yang mau menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatnya! Namun apakah untuk itu harus mengalami tegoran keras terlebih dulu? Bisa jadi!

Allah sungguh mengasihi umat-Nya. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."(Yohanes 3:16).

SELAMAT HARI NATAL & SELAMAT TAHUN BARU….TUHAN BESERTA KITA!

Tema Adiputra

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #21 on: December 25, 2007, 11:37:45 AM »
________________________________________
Natal itu ... Penebusan
Oleh Kukuh Widyat

Siapa berani berbuat, dialah yang harus bertanggung jawab. Kalimat semacam itu sering kita dengan dan kita juga sering mengatakan kepada sesama kita. Tetapi perkataan itu tidak berlaku bagi Allah dalam konteks Natal. Karena natal merupakan hari awal penebusan umat manusia.

Mari kita urut secara garis besar: Allah menciptakan manusia Adam dan Hawa. Manusia Adam dan Hawa tergoda oleh ular terus makan apel. Saat makan apel itulah manusia jatuh kedalam dosa.

Sekarang siapa yang berbuat dosa. Bukankah manusia sendiri? Tetapi apakah manusia yang bertanggungjawab? Yang bertanggungjawab adalah Allah melalui peristiwa Penebusan dengan peristiwa kelahiran Yesus sebagai Sang Juru Selamat.

Dengan kelahiran Sang Juru Selamat Allah menghendaki kita sadar diri bahwa Allah telah merelakan dirinya manusia untuk menjadi tebusan karena perbuatan manusia sendiri. Dengan kesadaran manusia diharapkan semakin mengAgungkan Allah bahwa Allah mengutus PutraNya untuk menebus dosa-dosa kita.

Masihkah kita percaya penebusan lain...?

* * * *

Malang, 24 Desember 2003

Koko

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #22 on: December 25, 2007, 11:38:24 AM »
________________________________________
NAMAKU "SI BURUK RUPA"

Aku hanyalah seekor keledai yang sudah cukup tua. Tubuhku tidak lagi sekuat dahulu ketika aku masih muda. Dan kini orang-orang menyebutku "si buruk rupa." Aku punya begitu banyak pengalaman sewaktu masih muda. Aku pernah berjalan berkilo-kilo meter sambil membawa beban yang berat di punggungku. Aku bahkan pernah diajak masuk ke dalam perahu yang sangat besar, menyeberangi lautan sembari menanggung beban berat. Bagiku semua itu pengalaman yang membanggakan.

Namun aku tak akan pernah lupa satu peristiwa yang membuatku bergetar jika mengingatnya. Waktu itu majikanku adalah seorang pria muda. Ia hendak bepergian jauh dengan istrinya yang sedang hamil tua. Pria itu bernama Yosef, dan istrinya Maria.

Sepanjang perjalanan Maria duduk di atas punggungku. Perjalanan itu memakan waktu berhari-hari. Dan aku tahu ia pasti sangat lelah.

Hingga sampailah kami malam itu di Bethlehem, kota kecil di tanah Yudea. Malam itu agaknya sudah tiba waktunya bagi Maria untuk bersalin. Yosef, sang suami yang setia, mencoba mencari tempat yang layak untuk kelahiran putranya. Hmm, tentunya kelahiran putra pertama mereka itu suatu pengalaman yang menggetarkan hati. Kami berjalan dari rumah peristirahatan yang satu ke tempat yang lain. Namun, tak satu pun tempat yang kosong untuk menampung mereka. Sungguh kasihan ...

Akhirnya tibalah kami di suatu padang rumput yang luas. Di situ terdapat sebuah kandang domba. Terpaksa, Maria melahirkan di kandang domba itu. Bayinya ia letakkan di atas palungan dan dibungkus kain lampin. Mereka menamai bayi itu Yesus.

Aku sangat terharu atas peristiwa itu. Aku tak pernah membayangkan sebelumnya ada manusia yang dilahirkan di sebuah kandang dan diletakkan di atas palungan.

Namun tiba-tiba aku terkejut melihat pemandangan di langit. Kulihat sebuah bintang yang sangat terang tepat di atas kandang tempat Yesus lahir. Para malaikat pun melagukan pujian bagi Yesus. Dan para gembala beserta orang-orang majus datang menyembah Yesus. Wah ... wah ... pastilah Yesus ini seorang Raja. Hanya Raja yang patut disembah, kan? Dan ya, aku yakin Yesus seorang Raja. Saat itu pula aku merasakan kedamaian yang begitu besar. Ada kebanggaan tersendiri saat aku sadar bahwa ternyata aku dapat menyaksikan kelahiran Yesus, sang Juruselamat itu.

Sekarang, meski aku aku sudah tua, peristiwa itu begitu lekat dalam benakku. Aku tak pernah lupa, bahwa Tuhan yang agung sudi hadir di tengah-tengah manusia. Bahkan aku, si buruk rupa ini, dipilih untuk mengantar-Nya. Ah, kebaikan Tuhan memang tak ada habisnya dan aku yakin ada ribuan rencana Tuhan yang indah, ... meski sederhana. (GCM/Caecilia KW)

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #23 on: December 25, 2007, 11:39:10 AM »
________________________________________
NATAL, TAK HANYA 25 DESEMBER

Di Indonesia, kita sering menyebut Natal hanya sebagai satu hari perayaan saja. Yang disebut Natal, ya cuma tanggal 25 Desember itu. Tak lebih. Paling-paling ditambah tanggal 24. Itu pun hanya diakui malamnya saja. Malam Natal. Satu malam menjelang Natal.

Namun di dunia Barat, saya perhatikan mereka menyebutnya masa Natal, musim Natal, Christmas season. Artinya mereka tidak hanya merayakan Natal pada satu hari itu saja, tetapi sebagai satu "musim" yang cukup panjang, hingga tanggal 25 Desember itu tiba.

Sebagai orang Indonesia, saya jadi cenderung menganggap bahwa Natal juga datang hanya pada satu hari khusus itu, 25 Desember. Akibatnya, meski sudah memasuki bulan Desember, saya belum merasakan suasana Natal dan belum bisa menikmati berkat Natal itu. Saya berharap akan menerimanya nanti pada tanggal 25 Desember.

Padahal, saya sendiri ikut sibuk mempersiapkan perayaan Natal. Yah, paling tidak untuk Natal dewasa dan Natal Sekolah Minggu. Namun itu pun sudah cukup banyak menyita perhatian saya. Latihan, rapat, doa bersama, rekaman, gladiresik, dan sebagainya. Hari-hari menjadi padat. Tubuh pun penat. Dari situ tak heran bila kemudian muncul mudah muncul kekesalan saat timbul sedikit masalah, sungut-sungut saat terjadi kesalahpahaman.

Suatu malam, sehabis latihan di gereja, saya merenung sendiri. Sementara saya sibuk bersiap menyambut puncak perayaan Natal tanggal 25 Desember, apa yang saya rasakan? Adakah saya merasakan sejahtera dan sukacita menyambut hari kelahiran-Nya? Atau, saya tak merasakan apa-apa, dengan harapan nanti tanggal 25 Desember suasana surgawi akan tercurah begitu hebat sehingga segala kepenatan selama masa persiapan sirna dalam sekejap?

Menyadari hal itu, saya ingin segera mengubah sikap. Bukankah sukacita Natal itu sudah ada meski kalender belum mencapai tanggal 25 Desember? Bukankah kehadiran Allah telah dapat kita rasakan meski belum ada perayaan besar yang menandainya?

Itu sebabnya saya bertekad untuk mulai menikmati hari-hari ini, musim Natal ini. Selagi saya berlatih, rapat, doa bersama, dan sebagainya, saya akan menikmati sukacita di dalamnya karena saya sedang ikut mempersiapkan kado bagi Yesus. Karena Yesus telah lahir untuk saya.

Ah, mengapa saya terlambat menyadarinya? Alangkah bodohnya bila saya hanya merasakan kelelahan dan kekesalan sementara menantikan Natal, padahal sukacita dan berkat besar itu sudah dicurahkan sejak lama. Kini, meski kalender masih cukup jauh dari angka 25, saya ingin merasakan mulai Natal hari ini. Setiap hari. Selamat Natal! (GCM/Tina)

Thanks
Logged
Jadikan aku bait suciMU
Yang kudus dan yang tiada bercela
Jadikan aku bait SuciMU
Bagi keselamatan Bangsaku
jbqq
• Global Moderator
• L'Ters Senior

• Offline
• Posts: 2.344


o

Re: Kumpulan Artikel dan Renungan Natal
« Reply #24 on: December 25, 2007, 11:39:59 AM »
________________________________________
SANG RAJA TELAH LAHIR

Malam itu, di sebuah padang rumput yang luas, suasana begitu hening. Hewan-hewan ternak yang biasa digembalakan di situ pun sudah sedari tadi masuk ke dalam kandang. Namun terlihat beberapa gembala sedang duduk-duduk di dekat kandang menikmati keheningan malam itu sembari menjaga hewan piaraan mereka. Beberapa dari mereka sudah mengantuk dan memutuskan untuk tidur.

Tapi tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh kedatangan sepasang suami-istri. Tampaknya mereka datang dari jauh. Wajah mereka menunjukkan kelelahan. Baju mereka kumal. Dari penampilan mereka, tentu mereka bukan berasal dari golongan kelas menengah. Sang suami dengan susah payah memegang kendali keledai yang sedang ditumpangi istrinya yang sedang hamil tua. Sepertinya keledai itu pun kelelahan, tapi agaknya ia mengerti bahwa tuannya sangat membutuhkan jasanya.

"Ma ... maaf, bolehkah kami me ... menumpang sejenak di sini?" tanya sang suami dengan suara patah-patah.

Gembala pertama hanya terlongo-longo mendengar permintaan sang suami. Menumpang di sini? Itu berarti menumpang di kandang?

"Mak ... maksud ... maksud Tuan, Tuan mau menumpang di kandang ini?" kata gembala kedua seolah menyampaikan maksud gembala pertama. Ia pun heran mendengar permintaan orang itu. Baru sekali itu ada orang asing yang meminta menumpang di kandang hewan mereka.

"Iya," jawab sang suami. "Istri saya sepertinya akan melahirkan. Kami tidak tahu lagi kemana harus menumpang. Tempat-tempat penginapan dan rumah-rumah sepanjang jalan tadi menolak kami," katanya menambahkan.

"Waduh, kasihan sekali. Tapi Tuan, ini cuma kandang, lho! Kami tidak punya tempat yang pantas untuk istri Tuan agar dapat melahirkan dengan baik," sahut gembala ketiga yang rupanya sudah bangun dari tidurnya.

"Iya, Tuan. Tempat ini kotor. Kasihan istri Tuan nanti," timpal gembala pertama yang akhirnya buka suara.

"Ah, tidak apa-apa. Asal kami bisa berteduh, itu cukup bagi kami. Iya kan, Bu?" kata sang suami sambil menoleh ke arah istrinya.

"Iya," sahut istrinya pelan. Sepertinya ia sudah tak tahan lagi merasakan perutnya yang mulas-mulas.

"Ya, sudah kalau begitu. Silahkan saja, Tuan masuk ke dalam. Di situ ada tempat yang agak bersih tempat biasa kami istirahat," kata gembala kedua.

Lalu masuklah sepasang suami-istri itu ke dalam kandang. Sang istri agak ragu-ragu ketika ia hendak melangkahkan kakinya ke dalam. Ia sama sekali tak membayangkan akan melahirkan di kandang hewan. "Ya Allah," serunya dalam hati, "mengapa harus sesulit ini menjadi ibu Tuhan?" Tapi mau apa lagi, semua orang telah menolak mereka. Hanya gembala-gembala itulah yang mau kerepotan dengan kedatangan mereka.

Tak lama kemudian, Maria, demikian nama sang istri, akhirnya melahirkan bayinya. Yosef, sang suami, mendampingi istrinya dengan penuh kasih. Dan akhirnya bayi itu lahir di kandang yang bau dan kotor.

Kemudian, dari arah luar gembala-gembala itu berteriak-teriak. "Bayi itu Raja! Bayi itu Raja!" Gembala-gembala itu pun masuk diiringi tiga orang majus yang rupanya sedari tadi mencari-cari "Bayi Raja" itu. Tak disangka, Sang Raja hadir di tempat yang sekotor itu. Tapi mereka semua bahagia. Mereka bahagia karena Sang Raja telah hadir di dunia. (GCM/C. Krismariana. W)

Thanks

Sumber: http://www.ladangtuhan.com/komunitas/kumpulan-kotbah-renungan/kumpulan-artikel-dan-renungan-natal/, diakses tanggal 11 desember 2009,pukul 11.10


KUMPULAN RINGKASAN KHOTBAH BULAN FEBRUARI 2009
GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)
________________________________________
"Tiga Tingkat Pertumbuhan Rohani"
Pembicara: Pdt. Amos Hosea,MA (Dosen STT Petamburan, Jakarta)
Tanggal 22 Februari 2009 Ibadah Raya III
Ayat Alkitab: 1 Korintus 2:14
________________________________________
Tuhan Yesus menghendaki agar kehidupan rohani kita bertumbuh. Kehidupan rogani kita akan bertumbuh jika kita mengerti dan memahami kebenaran Firman Tuhan. Pada sore ini kita akan belajar Firman Tuhan bahwa ada tiga tingkatan pertumbuhan rohani.
Tiga tingkat pertumbuhan rohani itu yaitu:
1. Manusia Jiwani
(1 Korintus 2:14).Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Ciri-ciri dari akhir jaman adalah banyaknya bermunculan navbi-nabi palsu dan ajaran sesat. Agar kita tidak mudah disesatkan oleh ajaran sesat, maka kita harus bertumbuh di dalam Kristus. Orang-orang Kristen yang duniawi tidak mengalami perkara-perkara yang rohani.
Perkara-perkata rohani tidak dapat dipahami dengan akal pikiran kita, hanya orang-orang yang sudah mengalami lahir baru yang dapat memahami perkara-perkara rohani. Manusia yang belum mengalami kelahiran baru, mata rohani mereka dibutakan oleh ilah-ilah jaman ini (Yohanes 8:43-44; 2 Korintus 4:3; Yohanes 16:8-9).
2. Manusia Kedagingan (1 Korintus 3:1)
Manusia duniawi disebut juga sebagai manusia kedagingan. Type orang Kristen yang masih kedagingan adalah masih hidup dalam dosa. Manusia duniawi adalah orang Kristen yang belum dewasa di dalam Kristus. Oleh sebab itu kita harus mempunyai komunitas yang sehat, karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33).
3.Manusia Rohani (1 Korintus 2:15-16)
Agar kita dapat menjadi manusia rohani, maka kita harus:
a.Menerima "makanan" yang keras (1 Korintus 3:2)
b.Menyalibkan daging kita setiap hari (Galatia 5:24)
c.Menuruti kehendak Roh Kudus (Galatia 5:16)
Fokus hidup kita akan menentukan apa yang akan kita dapatkan. Untuk dapat menjadi pengikut Kristus yang berhasi;, kita harus menjadi manusia rohani.
Kalau hidup kita hanya fokus pada Kristus, maka kita akan menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang (Roma 8:37).
________________________________________
"Hidup Dalam Perubahan"
Pembicara: Pdt. Agus Lutan
Tanggal 15 Februari 2009 Ibadah Raya III
Ayat Alkitab: 1Tawarikh4:9-10
________________________________________
Yabes>br> Hal yang paling sangat hakiki dalam hidup kekristenan adalah perubahan.Kata perubahan dalam bahasa yunaninya adalah metonia.Orang yang bertobat adalah orang yang berubah atau mengalami perubahan. Sekalipun hidup kita masih mengalami perubahan, namun Allah kita adalah Allah yang tidak pernah berubah dahulu, kemarin, hari ini bahkan sampai selama-lamanya.
Allah kita adalah Allah yang sangat ahli dalam membawa perubahan. Tokoh dalam Alkitab yang sangat berhasil dalam menjalani perubahan adalah Yabes (1Taw 4:9-10) bagi orang Yahudi nama memiliki arti yang sangat penting.Nama Yabes sendiri artinya kesakitan,kelemahan atau kekurangan karena ibunya melahirkan dia dalam keadaan sakit tetapi ada hal yang sangat luar biasa yang dilakukan Yabes sehingga ia tidak menerima begitu saja keadaannya tetapi mau berubah.
Ada 3 rahasia yang harus kita lakukan untuk mengalami perubahan :
1. mempunyai tujuan (destination)
orang yang tidak bisa berubah adalah orang tidak mempunyai tujuan.Orang yang mempunyai tujuan pastilah hidupnya mengalami perubahan.1 hal yang menghalangi perubahan adalah kesombongan.Orang yang sombong adalah orang yang tidak bisa menerima kritik atau dinasehati,karena ia merasa dirinya paling benar tidak pernah salah dan paling pintar. Selama ini ada 2 hal yang sering membuat istri merasa disakiti yaitu : a.suaminya selingkuh dan b. kata-kata kasar dari suaminya.Kata-kata kita mempunyai power jadi berhati-hatilah terhadap perkataan yang kita ucapkan.
2. mempunyai tekad yang kuat
perubahan itu terjadi dalam diri sendiri.kita harus menjadi orang yang tidak mudah menyerah pada keadaan.Yabes adalah orang yang tidak mudah menyerah pada keadaannya, ia mempunyai tekad yang kuat agar ia dapat berubah.1 hal lagi yang menghalangi kita mengalami perubahan adalah kemapanan. orang yang merasa mapan atau settle dan merasa sangat puas dengan keadaannya kadang merasa tidak perlu berubah.kalau kita mempunyai tekad yang kuat berubah kita pasti akan berubah.
3. datang kepada Tuhan
untuk kita dapat berubah kita harus datang kepadaTuhan.Ijinkan Tuhan memproses hidup kita mengalami perubahan dan nama Tuhan dipermuliakan.Di dalam 2 Kor 3:18 dikatakan bahwa untuk kita mengalami perubahan kita harus membuka selubung atau topeng di dalam hidup kita atau kata lain kita jangan hidup dalam kemunafikan.
________________________________________
"Menjadi Maria-maria di Akhir Jaman"
Pembicara: Pdt. Kristina Faraknimella
Tanggal 08 Februari 2009 Ibadah Raya I
Ayat Alkitab: Lukas 10:38-42
________________________________________
Tahun ini adalah tahun mujizat yang kreatif. Ada satu perkara yang Tuhan ingin kita lakukan dengan sungguh, yaitu kita harus berbuah lebat melalui keintiman dengan Tuhan, dalam hal ini kita harus menjadi "Maria" di akhir jaman.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menjjadi Maria akhir jaman:
1. Lukas 10:38-42:
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus menerus mendengar perkataan Tuhan Yesus.
Kita harus banyak tinggal dalam hadirat Tuhan, dengan cara ini, kita dapat terus fokus mendengarkan suara Tuhan. Tuhan mau agar kita terus menerus mendengarkan suara Tuhan, jangan biarkan masalah, berkat bahkan pelayanan mengalihkan perhatian kita sehingga kita tidak fokus mendengarkan suara Tuhan.
Jam doa kita juga harus ditambah agar roh kita senantiasa menyala-nyala untuk melayani Tuhan. Kita juga harus selalu mengucap syukur agar kita mengalami kemenangan. Di saat kita mengalami kemenangan, maka kita akan berada di bawah "Open Heaven" (Surga terbuka).
Ada tiga hal yang harus dilakukan untuk mengalami "Open Heaven", yang biasa disingkat 3 P:
1.Praise it down (Memuji Tuhan sampai sesuatu terjadi). Ketika kita memuji Tuhan, ada damai sejahtera dan sukacita mengalir dalam hidup kita.
2. Pray it down (Berdoa sampai sesuatu terjadi). Kita berdoa, tetapi bukan kehendak kita yang jadi. Kehendak Tuhanlah yang terjadi, kita hanya berusaha.
3. Pull it Down (Menarik janji Tuhan) melalui perkataan kita. Perkatakanlah perkataan yang sesuai dengan Firman Tuhan dan perkatakan hal yang positif.
Matius 26:6-13. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."Kita harus seperti Maria yang mengerti isi hatinya Tuhan. Maria tahu bahwa Tuhan Yesus akan berkorban di kayu salib, oleh karena itu ia mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal harganya.
Yohanes 11:20- Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 11:22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." 11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Marta dan Maria mengucapkan kata yang sama, tetapi Maria sebelum berkata, tersungkur di kaki Yesus. Kita harus banyak tersungkur, kita harus banyak menyembah Tuhan. Menyembah Tuhan punya dua arti:
1.Arti sempit: Menyembah dengan kata-kata
2.Arti Luas: Menyembah Tuhan melalui kehidupan sehari-hari yang taat terhadap Firman Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.
________________________________________
"Miskin Di Hadapan Allah"
Pembicara: Pdt. Suryadi Soenarko
Tanggal 01 Februari 2009 Ibadah Raya III
Ayat Alkitab: Kejadian 26:12-13
________________________________________
Ishak menjadi kaya bahkan kian lamamenjadi sangat kaya, itu terjadi karena Ishak pernah dijadikan miskin di hadapan Allah. Arti miskin adalah tidak punya sesuatu untuk mencukupi kebutuhan. Dan miskin di hadapan Allah adalah orang yang menganggap Allah lebih dari segalanya dan yang berkata walaupun aku memiliki banyak teman tetapi tidak ada gunanya kalau Allah tidak menyertai aku.
Allah mengijinkan kita menjadi miskin di hadapanNya supaya Dia mudah memberkati kita. Pada saat kita kita menjadi miskin di hadapan Allah, kita menjadi bergantung pada Allah. Musa adalah tokoh yang diandalkan dan bangsa Israel sangat tergantung pada Dia. Ada masa dalam hidup ini ketika sesuatu yang kita andalkan "mati". Allah ijinkan Musa mati di perjalanan agar bangsa Israel miskin di hadapan Allah.
Agar Allah dapat bekerja dalam hidup kita, kita harus miskin seperti anak kecil yang tidak punya apa-apa. Kalau kita miskin di hadapan Allah maka kita akan memiliki kerajaan Allah. Seperti Musa yang sangat terkemuka di Mesir sebagai anak pangeran, tetapi ia tahu bahwa tanpa Allah yang menyertainya, semua itu tidak ada gunanya. Kerajaan Surga bukan cuma menyangkut hal-hal yang akan datang saja, tetapi juga masa kini. Dan kerajaan surga adalah Yesus sendiri, bila Tuhan Yesus hadir maka kerajaan surga akan hadir juga.
Kalau kita punya kerajaan surga dalam hidup kita, kita tidak akan tergoncangkan denganb keadaan-keadaan yang sulit. Sekalipum kita menghadapi masalah yang sangat sulit, Allah pasti tolong kita, Dia tak akan tahan melihat penderitaan kita. Kalau kita membuka hati untuk Allah maka kita akan memiliki kerajaan surga
________________________________________
"Pesan Tuhan di Tahun 2009"
Pembicara: Pdt. Budi Cahyadi
Tanggal 01 Februari 2009 Ibadah Raya I
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I
________________________________________
Segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita, tidak ada yang kebetulan, semuanya terjadi atas kehendak Tuhan, baik itu keadaan yang baik ataupun keadaan yang buruk.
Dunia di mana kita hidup hari-hari ini adalah dunia yang penuh dengan berita buruk , tidak ada berita yang baik, namun ada satu berita yang baik yaitu berita yang datang dari Tuhan kita Yesus Kristus.
Tuhan Yesus adalah Tuhan yang setia, ia tidak pernah lepas kendali di dalam kehidupan kita.
1. Memasuki tahun 2009, pesan Tuhan :"Jangan takut (Lukas 1:13 a). Mengapa Tuhan berkata jangan takut? Karena rasa takut dapat membunuh potensi kita dan dapat membunuh iman kita. Rasa takut dan kuatir bukan berasal dari Allah (2 Timotius 1:7). Oleh sebab itu kita tidak perlu takut dan kuatir lagi karena Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi hidup kita.
2.Tahun 2009 adalah tahun penggenapan janji Tuhan bagi kita (Lukas 1:13b). Tahun ini adalah tahun Samekh Teth, tahun berbuah untuk kita. Kehidupan kita harus menghasilkan buah dan tidak mandul. Mandul di dalam Alkitab adalah suatu aib, artinya tidak mampu menghasilkan atau berproduksi. Jadi apapun yang Tuhan janjikan di tahun ini, kita harus yakin bahwa Tuhan akan menggenapinya.
Mungkin orang dunia akan berkata bahwa tahun ini penuh dengan kemustahilan, tetapi kita sebagai orang percaya, kita mempunyai Tuhan yang ahli dalam hal-hal yang mustahil. Tuhan dapat mengubah hal-hal yang mustahil menjadi hal-hal yang tidak mustahil.
3.Tetap percaya kepada Tuhan (Mazmur 126:1-5).
Kalau manusia saja bisa memberikan yang baik dalam hidup kita, apalagi Tuhan kita.
Ringkasan Khotbah Bulan Januari 2009


Sumber: http://gbi-intercon.archipeddy.com/index.php?option=com_content&view=article&id=19&Itemid=27,diakses tanggal 11 desember 2009, pukul 11.45

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar