Jumat, 23 April 2010

Bahan Khotbah 3

85:1. Untuk pemimpin kor. Mazmur kaum Korah. (85-2) Engkau berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, keadaan Israel sudah Kaupulihkan.
85:2 (85-3) Engkau sudah mengampuni dosa-dosa umat-Mu; Kaumaafkan segala kesalahannya.
85:3 (85-4) Mereka tidak lagi Kaumarahi; murka-Mu yang dahsyat Kautarik kembali.
85:4 (85-5) Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, jangan murka lagi kepada kami.
85:5 (85-6) Untuk selamanyakah Engkau memarahi kami, dan tetap marah turun-temurun?
85:6 (85-7) Kuatkanlah kami kembali supaya kami umat-Mu bergembira karena pertolongan-Mu.
85:7 (85-8) Tunjukkanlah bahwa Engkau tetap mengasihi, ya TUHAN, berilah kami keselamatan daripada-Mu.
85:8. (85-9) Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.
85:9 (85-10) Sungguh, Ia siap menyelamatkan orang yang takwa, Allah yang agung akan berdiam di negeri kita.
85:10 (85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai akan berpeluk-pelukan.
85:11 (85-12) Kesetiaan manusia akan tumbuh dari bumi, dan keadilan Allah menjenguk dari langit.
85:12 (85-13) TUHAN mengaruniakan yang baik, maka tanah kita akan memberikan hasilnya.
85:13 (85-14) Keadilan akan mendahului TUHAN, dan menyiapkan jalan bagi-Nya.
Minggu 1: Dibebaskan Untuk Membawa Damai
Galatia 5:1-15

Minggu 2: Dibebaskan Untuk Memerangi Ketakutan
1 Yohanes 4:17-21

Minggu 3: Dibebaskan Untuk Memulihkan
Mazmur 85:1-14

Minggu 4: Dibebaskan Untuk Melayani
Markus 10:32-45
Dibebaskan Untuk Memulihkan
Mazmur 85:104

Penjelasan Teks
Para ahli menggolongkan Mazmur ini sebagai Mazmur liturgi yang biasa dinyanyikan di Bait Suci. Kemungkinan besar Mazmur ini berasal dari zaman setelah pembuangan. Nasib Israel sudah dipulihkan, namun keadaan belum pulih total seperti yang diharapkan.
Mazmur 85 dapat dibagi menjadi 3 bagian:
1. Pengakuan iman (ay. 2-4)
2. Permohonan dan keluh kesah (ay. 5-6)
3. Penegasan iman dan panggilan (ay. 9-14)

Pengakuan Iman (ay. 2- 4)
Mazmur dibuka dengan suatu pengakuan bahwa Tuhan telah berkenan kepada tanah-Nya, yang juga menunjuk perkenan-Nya kepada umat yang hidup di atas tanah milik-Nya itu. Tuhan telah memulihkan keadaan "Yakub." Pemulihan itu terjadi, karena Tuhan sudah mengampuni kesalahan dan dosa umat-Nya. Tuhan tidak lagi murka kepada umat-Nya (ay 2-4).

Permohonan dan keluh kesah (ay. 5-8)
Belum pulihnya keadaan seperti yang diharapkan, dikeluhkan umat kepada Allah. Pemulihan itu terasa mandeg, "jalan di tempat." Umat masih menderita; kasih setia Tuhan seperti berhenti, Apa sebabnya? Jangan-jangan Tuhan masih menyimpan kemarahan-Nya atas umat! Pergumulan inilah yang melahirkan keluh kesah dan permohonan. Umat memohon agar Tuhan menghentikan murka-Nya dan meniadakan sakit hati-Nya lebih dari pada itu, mereka memohon agar Tuhan "menghidupkan kembali" umat-Nya. Secara positif umat memohon agar Tuhan memulihkan kasih setia dan keselamatan-Nya kepada umat. Umat merindukan sukacita, yang bersumber dari kasih setia dan keselamatan yang datang dari Allah.

Panegasan Iman dan Panggilan (ay. 9-14)
Dalam pergumulan itu, pada akhirnya umat meyakini bahwa Allah pasti akan me¬mulihkan mereka. Yang dikehendaki Allah bagi umat-Nya adalah damai dan bukan hidup tanpa pengharapan. Allah akan memberikan damai-Nya kepada orang yang dikasihi-Nya. Siapa yang dimaksud dengan orang yang dikasihi-Nya? Orang "yang tidak kembali kepada jalan kebodohan" (ay.9). Yakni orang-orang yang hidup takut akan Dia. Allah imanen (dekat) dengan orang-orang yang takut akan Dia. Allah akan memberi pemulihan yang sempurna.
Pemulihan yang sempurna itu di formu-lasikan pada ayat 11-13:
11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. 13 Bahkan TUHAN akan mem¬berikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Pemulihan yang sempurna itu bukan saja bersifat vertikal; antara "bumi" dan "langit" atau antara man usia dan Allah. Namun juga bersifat horizontal, yakni perdamaian di antara umat Tuhan, ada hubungan yang erat antara pemulihan hubungan Tuhan dengan umat-Nya dan pemulihan hubungan antara umat dan sesamanya. Artinya: pengampunan dan kasih setia Tuhan mendorong umat untuk hidup berdamai dan saling memulihkan. Itulah sebuah proses menuju pemulihan yang lebih sempurna. Karena itu semua orang didorong untuk mengikuti jejak Allah. Hidup berdamai, saling mengampuni, serta memberlakukan kasih dan keadilan.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Ajak remaja menghayati perasaan tertekan yang dialami pemazmur den¬gan mendiskusikan pertanyaan berikut: Jika dua pihak berkonflik dan mengalami luka batin, mana yang lebih mengalami rasa sakit: Orang yang tidak mengampuni atau orang yang tidak diampuni? Mengapa? (beri kesempatan kepada mereka mengemukakan pendapat mereka)
2. Tekankan bahwa: orang yang tidak diampuni pasti menderita, namun orang yang tidak mengampuni pasti lebih menderita lagi. la akan terus digigit oleh perasaan sakit, manakala ingat akan orang yang belum ia am-puni. Jadi dengan mengampuni maka sesungguhnya ia bukan saja menyembuhkan orang lain, melainkan juga diri sendiri. Orang yang mengaku salah dan tidak diampuni ia sudah sembuh. Sebaliknya orang yang tidak mengampuni, padahal orang yang salah sudah mengakuinya, tak tersembuhkan.
3. Jelaskan bahwa dinamika perasaan seperti itu menjadi pergumulan bangsa Israel ketika pulang dari pembuangan. Pada satu sisi mereka percaya bahwa Tuhan sudah memulihkan hubungan dengan mereka. Tuhan sudah mengembalikan mereka ke tanah milik-Nya. Hal ini cukup melegakan. Namun belum cukup, karena keadaan belum pulih seperti yang diharapkan. Bahkan pemulihan itu terasa mandeg. Apa sebabnya? Apa Tuhan masih marah? Dalam kondisi seperti inilah mereka merefleksikan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Mereka memohon Tuhan mengampuni dosa mereka. Namun pada akhirnya mereka menyadari bahwa pemulihan akan diberikan Tuhan bagi yang takut akan Dia, yakni mereka yang sedia hidup saling memulihkan, Kesadaran inilah yang mendorong mereka mengambil tekad untuk hidup memberlakukan kasih dan keadil-an di antara sesama, Jadi dengan demikian pemulihan hubungan dengan Tuhan menafasi pemulihan hubungan mereka satu dengan yang lain dalam kasih (lihat penjelasan teks). Akhiri penyampaian bahan dengan mengajak remaja melakukan refleksi diri dengan kegiatan: "celengan remuk".


Bahan yang diperlukan:
Celengan tanah liat dan selotip atau lem (uhu) untuk tiap kelompok kecil @ 5 orang

Fokus:
Pulih artinya kembali sehat seperti sediakala. Jika kata pulih dikenakan pada tubuh yang sakit, maka artinya semua organ tubuh yang sakit telah sembuh dan kembali berfungsi sebagaimana seharusnya. Jika dikenakan pada hubungan yang rusak, maka pulih berarti semua pihak yang mengalami luka batin telah berdamai dan saling menyembuhkan, sehingga hubungan yang manusiawi berjalan wajar. Melalui pelajaran ini remaja diajak menghayati bahwa Allah telah memulihkan hubungan dengan umat-Nya, agar mereka saling memulihkan.

Kegiatan
Celengan Remuk
Kegiatan ini mengajak remaja untuk merefleksikan pemulihan hubungan dengan Allah dan sesama melalui simbol "celengan tanah liat".
1. Bagilah remaja menjadi beberapa kelompok dan bagikan kepada setiap kelompok "celengan tanah liat".
2. Mintalah setiap kelompok menghancurkan "celengan tanah liat" mereka.
3. Setelah celengan dihancurkan, mintalah mereka menyusunnya kembali seperti bentuk semula dengan perekat selotip atau lem (pasti tidak bisa).
4. Jelaskan kepada remaja bahwa seperti celengan remuk itulah seharusnya keadaan umat karena dosa mereka kepada Allah. Celengan remuk itu menggambarkan hancurnya hubungan umat dengan Allah dan sekaligus keadaan umat jika hidup tanpa Allah. Tidak ada seorangpun dapat membangun celengan tanah liat itu kecuali Allah sendiri sebagai "sang penjunan".
5. Singgunglah bahwa Allah yang dikisahkan Pemazmur adalah Allah yang berkenan memulihkan "celengan remuk" dengan kasih setia-Nya. Tentu ini harus disyukuri. Dengan cara apa? Dengan hidup saling mengasihi dan memulihkan.
6. Ajaklah remaja memulihkan hubungan dengan Tuhan dan sesama, Jika mungkin mintalah juga mereka membuat rencana tindakan pemulihan. Misalnya: mendatangi orang yang mereka sakiti dan meminta maaf, atau sebaliknya memaafkan orang yang menyakiti mereka.
7. Mintalah mereka berdoa secara pribadi bagi:
a. orang-orang yang telah mereka sakiti dan menyakiti mereka.
b. Anggota masyarakat yang tersisih dan mengalami "ketidakadilan"
c. Alam yang sering disakiti dan diperlakukan seenaknya oleh manusia, dll
8. Pada akhirnya pembimbing mendoakan seluruh remaja dan juga pemulihan seluruh ciptaan.



Kunci Pemulihan
Mazmur 85:5 “Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.”
Mazmur 85 ini berbicara tentang doa bangsa Israel memohon pemulihan dari Tuhan. Kita tahu bahwa bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Mereka seringkali berontak kepada Tuhan, padahal mereka selalu menikmati kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Ketika dalam kesesakan dan penderitaan karena kesalahannya sendiri, mereka baru ingat Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya supaya Ia memulihkan keadaan mereka. Demikian kata mereka, “Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun? Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?” (Maz 85:6-7).

Bangsa Indonesia pun saat ini sangat membutuhkan pemulihan dari Tuhan. Kita sebagai anak-anak Tuhan harus menaikkan permohonan kepada Tuhan untuk pemulihan bangsa ini sebab bukanlah kebetulan Tuhan menempatkan kita di ditengah bangsa Indonesia. Pengaruh krisis keuangan global akibat krisis keuangan Amerika Serikat bukan tidak mungkin mengancam bangsa Indonesia seperti pada masa krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Sekarang pun harga mulai melonjak naik dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Bangsa kita butuh pemulihan dari Tuhan.

Sebagai anak Tuhan pun kita butuh pemulihan dari Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan tidak menunjukkan karakter yang dikehendaki Tuhan dan akibatnya tidak berdampak banyak bagi lingkungan sekitarnya. Lebih parah lagi, malah menghancurkan bangsa, keluarga, persahabatan, gereja, dll. Gereja harus secara sengaja mempengaruhi dan mengubahkan kehidupan bangsa. Umat Tuhan harus menjadi berkat dan pembawa jawaban bagi bangsa ini karena itu kita sebagai gereja Tuhan dan anak-anak Tuhan harus minta pemulihan dari Tuhan.

Untuk mengalami pemulihan Tuhan ada hal yang harus dilakukan. Tuhan menjanjikan pembaharuan dan pemulihan hidup dan menginginkan umatNya mengalami berkatNya setiap hari. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai kunci pemulihan berdasarkan firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:14.

1. Merendahkan diri

Memiliki kerendahan hati adalah syarat mutlak mengalami pemulihan karena Tuhan menentang orang yang congkak atau tinggi hati. Saat kita merasa mampu, tidak butuh bantuan orang lain, merasa lebih baik apalagi tidak mengandalkan Tuhan maka sebenarnya kita sudah hancur hanya saja belum kelihatan. Kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan dan menundukkan diri kepada firmanNya. Ingat! Di luar Tuhan kita tidak dapat melakukan apa-apa

2. Berdoa

Ini adalah wujud ketergantungan kita kepada Tuhan. seperti ranting yang selalu melekat dan menyatu dengan pohonnya, kita juga harus selalu melekat dan intim dengan Tuhan melalui doa-doa kita. Berdoalah karena dari sanalah datangnya pemulihan Tuhan. Hanya orang-orang yang senantiasa akrab dengan Tuhan yang yang akan terus mengalami kekuatan, jalan keluar, kelepasan, pemulihan, hikmat, peningkaan potensi dan karunia, serta keberhasilan lebih dari pemenang. Berdoa membuka pintu surga bagi hidup kita.

3. Mencari wajah Tuhan dan berbalik dari jalan yang jahat

Bila kita ingin mengalami terobosan baru dalam hidup ini, kita harus mencari tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dengan melakukan kehendak Tuhan maka kita tidak lagi berkompromi dengan dosa. Bertobat dan kembali ke jalan Tuhan! Kita berdosa ketika kita tidak peka lagi kepada suara Tuhan dan saat bertindak dan mengambil keputusan dalam hidup, kita tidak melakukan kehendak Tuhan yang sempurna. Itu sebabnya kita jatuh dan menghadapi akibat dari tindakan kita yang tidak menuruti kehendak Tuhan itu. Seperti jemaat Efesus dalam Wahyu 2:5 kita harus bertobat dan kembali melakukan kasih mula-mula. Perubahan harus mulai dari diri kita sendiri dengan tidak menjadi serupa dengan dunia ini tapi mengalami pembaharuan budi sehingga kita mengerti kehendak Tuhan. Tanpa perubahan, kita tidak mungkin mengalami sesuatu yang baru dari Tuhan.

Ketika kita merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Tuhan lalu berbalik dari jalan-jalan yang jahat maka Tuhan akan mendengar doa kita, mengampuni kita dan memulihkan kembali negeri kita. BAhkan kita akan mengalami banyak anugerah dari Tuhan melebihi apa yang kita bayangkan (Bacalah janji Tuhan dalam Yesaya 60:1-22).

Diposkan oleh Win At 11:27 AM
Label: Artikel, Khotbah, Renungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar